Hibata.id – Aroma kopi berpadu dengan dentuman musik disko di pelataran Pasar Sentral Gorontalo, Rabu, 29 Juli 2026. Suasana itu menjadi latar penyelenggaraan Diskopi Gorontalo Present Tarung Tiga, sebuah kompetisi manual brew yang mengusung tema “Pertarungan Para Pendekar Kopi”.
Ajang ini mempertemukan para peracik kopi dari berbagai latar belakang untuk menguji kemampuan menyeduh kopi secara manual. Mereka ditantang menyajikan secangkir kopi terbaik melalui ketepatan teknik, konsistensi rasa, aroma, hingga kemampuan menonjolkan karakter asli biji kopi.
Kegiatan yang digelar Diskopi Gorontalo berkolaborasi dengan Sorai Coffee tersebut diikuti puluhan peserta. Berbeda dari kompetisi kopi pada umumnya, Tarung Tiga berlangsung di ruang publik, tepat di pelataran Pasar Sentral, sehingga masyarakat dapat menyaksikan langsung proses perlombaan.
Dalam kompetisi manual brew, peserta tidak menggunakan mesin espresso. Seluruh proses penyeduhan mengandalkan keterampilan mengatur suhu air, tingkat kehalusan gilingan kopi, rasio kopi dan air, hingga waktu ekstraksi. Perbedaan teknik menuang air maupun metode penyeduhan menjadi faktor yang menentukan karakter rasa di setiap cangkir.
Seluruh peserta menggunakan biji kopi dari The Wave Roastery sebagai bahan utama kompetisi. Tantangannya bukan sekadar menyeduh kopi, melainkan menghadirkan cita rasa yang seimbang sekaligus mampu menampilkan karakter terbaik dari biji kopi tersebut.
Owner Sorai Coffee, Icha Suid, mengatakan Tarung Tiga bukan hanya menjadi ajang adu kemampuan para barista atau peracik kopi. Menurut dia, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar sekaligus memperluas pemahaman masyarakat terhadap dunia manual brew.
“Tarung Tiga bukan hanya menjadi ajang untuk mencari siapa yang paling unggul dalam meracik kopi. Kegiatan ini menjadi ruang belajar, bertukar pengalaman, dan memperkenalkan manual brew kepada masyarakat,” kata Icha.
Ia menilai kolaborasi antara komunitas dan pelaku usaha menjadi salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan industri kopi di Gorontalo. Kompetisi seperti ini juga memberi kesempatan bagi para peserta untuk meningkatkan standar penyeduhan sekaligus memperluas jejaring di dunia perkopian.
Tak hanya menghadirkan kompetisi, Tarung Tiga juga menyuguhkan hiburan musik disko dari DJ Eyekey Godz. Iringan musik menciptakan atmosfer yang lebih santai dan atraktif, menjadikan kompetisi kopi terasa lebih dekat dengan masyarakat.
Perpaduan antara kopi, musik, dan ruang publik membuat pengunjung tidak sekadar menyaksikan proses penilaian peserta. Mereka juga dapat mengenal lebih dekat teknik penyeduhan manual sambil menikmati hiburan di tengah aktivitas pasar.
Melalui Tarung Tiga, Diskopi Gorontalo dan Sorai Coffee ingin membangun ekosistem kopi yang lebih hidup melalui kolaborasi, edukasi, dan kreativitas. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak peracik kopi lokal yang kompetitif sekaligus memperkuat industri kopi Gorontalo sebagai bagian dari perkembangan ekonomi kreatif daerah.
Di tengah hiruk-pikuk Pasar Sentral, para “pendekar kopi” menunjukkan bahwa secangkir kopi bukan sekadar minuman. Ia menjadi medium yang mempertemukan keterampilan, kreativitas, komunitas, dan budaya dalam satu ruang yang terbuka bagi semua.












