Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo menetapkan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang didukung transformasi digital sebagai tema pembangunan daerah pada 2027. Kebijakan tersebut menjadi arah utama dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo yang mengagendakan penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurut Adhan, tema pembangunan tersebut dirancang untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan. Setiap program yang dibiayai APBD, kata dia, harus memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
“Tema pembangunan Kota Gorontalo tahun 2027 adalah pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang didukung oleh transformasi digital. Dengan tema ini, setiap investasi pemerintah diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata melalui terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan baru yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Adhan.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan pengembangan kawasan ekonomi baru. Salah satu program yang disiapkan ialah pembangunan kantor Wali Kota yang representatif sebagai bagian dari modernisasi birokrasi dan penguatan layanan publik berbasis digital.
Menurut Adhan, pembangunan kantor tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi pemerintahan, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak pengembangan kawasan perkotaan.
“Pembangunan yang dilakukan harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi pelayanan publik maupun pengembangan ekonomi daerah,” katanya.
Adhan menambahkan, investasi pembangunan harus menciptakan efek berganda bagi daerah, mulai dari meningkatnya investasi, terbukanya lapangan kerja, berkembangnya sektor perdagangan dan jasa, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Gorontalo sebagai kota jasa yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Pemerintah menilai integrasi antara pelayanan publik, perdagangan, dan jasa akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah pada masa mendatang.
Dalam kesempatan itu, Adhan turut mengapresiasi DPRD Kota Gorontalo yang telah menyepakati dokumen KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027. Menurutnya, keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif.
Ia berharap pembahasan APBD 2027 dapat berjalan sesuai jadwal dengan tetap mengutamakan program-program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui tema pembangunan tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo menargetkan setiap kebijakan anggaran mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.












