Kabar

Tak Mau Kecolongan, Kapolda Gorontalo Soroti Keselamatan Drag Race

×

Tak Mau Kecolongan, Kapolda Gorontalo Soroti Keselamatan Drag Race

Sebarkan artikel ini
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H/Hibata.id
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Kapolda Gorontalo Irjen Pol Drs. Widodo menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan yang menggunakan fasilitas umum, termasuk rencana pelaksanaan drag race di Kabupaten Pohuwato.

Penegasan itu disampaikan Kapolda Gorontalo saat dikonfirmasi Hibata.id melalui WhatsApp, menyusul pelaksanaan ajang balap otomotif tersebut kerap ada di Gorontalo.

“Prinsip kami di Polda Gorontalo sangat jelas, bahwa keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi dalam setiap kegiatan yang menggunakan fasilitas jalan umum,” kata Widodo.

Kapolda mengatakan, pihaknya menjadikan kecelakaan dalam ajang drag race di Kotamobagu yang menimbulkan korban jiwa sebagai bahan evaluasi serius.

Menurut dia, penyelenggara tidak boleh menganggap kegiatan yang sebelumnya berlangsung aman akan selalu berjalan tanpa risiko pada pelaksanaan berikutnya.

“Tentu menjadi perhatian dan bahan evaluasi serius bagi kita semua. Kita tidak boleh menganggap setiap kegiatan yang selama ini berjalan aman akan selalu aman pada pelaksanaan berikutnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Polisi Klaim Tertibkan PETI Pohuwato, Tapi 40 Ekskavator Masih Asyik Joget

Karena itu, Polda Gorontalo tidak hanya mempertimbangkan ada atau tidaknya permohonan izin dalam menilai rencana drag race.

Kepolisian akan mengevaluasi seluruh aspek keselamatan sebelum memberikan pertimbangan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Aspek tersebut mencakup lokasi kegiatan, kondisi dan kelayakan lintasan, jumlah penonton, rekayasa lalu lintas, sistem pengamanan, kesiapan panitia, hingga langkah mitigasi risiko kecelakaan.

“Kalau berdasarkan hasil kajian dan evaluasi dinilai memenuhi persyaratan keselamatan, maka tentu akan dipertimbangkan sesuai ketentuan,” katanya.

Widodo menegaskan Polda Gorontalo tidak akan memberikan rekomendasi atau persetujuan apabila penyelenggaraan drag race tidak memenuhi aspek keselamatan, meskipun kegiatan tersebut sebelumnya rutin digelar.

Baca Juga:  DPRD Pohuwato Akui Data Tali Asih Belum Jelas, Janjikan Percepatan IPR untuk Tambang Rakyat

“Kita juga harus membedakan antara mendukung kegiatan olahraga otomotif dengan membenarkan penggunaan jalan umum yang tidak memenuhi standar keselamatan untuk kegiatan balap,” jelasnya.

Menurut dia, dukungan terhadap olahraga otomotif tetap dapat diberikan selama penyelenggara menjalankan kegiatan secara profesional dan memenuhi standar keselamatan.

Keselamatan peserta, penonton, pengguna jalan, serta masyarakat di sekitar lokasi, kata Widodo, harus menjadi pertimbangan utama.

“Karena itu, saya kira kejadian di Kotamobagu harus kita jadikan momentum untuk melakukan evaluasi bersama. Jangan sampai menunggu korban berikutnya baru kita memperbaiki sistem,” ujarnya.

Kapolda Gorontalo juga mendorong penyelenggara mempersiapkan fasilitas pendukung yang memadai apabila kegiatan drag race tetap dilaksanakan.

Fasilitas tersebut antara lain pembatas atau barrier, area penonton yang aman, jalur evakuasi, tenaga medis, pemadam kebakaran, serta sistem pengamanan dan rekayasa lalu lintas yang sesuai kebutuhan.

Baca Juga:  Erna Giasi dan Beni Nento Bantah Kenal Tim LARAP, Padahal Foto Bareng

“Ke depan, saya mendorong agar penyelenggara lebih serius mempersiapkan lintasan yang memenuhi standar keselamatan, termasuk barrier atau pembatas, area penonton, jalur evakuasi, tenaga medis, pemadam kebakaran, serta pengamanan dan rekayasa lalu lintas yang memadai,” tegasnya.

Widodo menegaskan Polda Gorontalo tidak menolak penyelenggaraan drag race maupun olahraga otomotif. Namun, dukungan tersebut harus berjalan seiring dengan penerapan standar keselamatan.

“Intinya, Polda Gorontalo tidak anti terhadap drag race. Polda mendukung olahraga otomotif yang dilaksanakan secara profesional, tertib dan aman. Tetapi kalau keselamatan tidak bisa dijamin, kami tidak akan mengambil risiko dengan mengorbankan keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel