Bone Bolango

Pedasnya Sampai ke Dompet, Cabai Rawit Bone Bolango Bertahan Rp140 Ribu

×

Pedasnya Sampai ke Dompet, Cabai Rawit Bone Bolango Bertahan Rp140 Ribu

Sebarkan artikel ini
Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Gorontalo menembus Rp150 ribu per kilogram. Kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya pasokan dari sentra produksi akibat faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen. (Foto: Hibata.id)
Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Gorontalo menembus Rp150 ribu per kilogram. Kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya pasokan dari sentra produksi akibat faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen. (Foto: Hibata.id)

Hibata.id, Bone Bolango Harga cabai rawit merah di Pasar Rakyat Talumopatu, Kabupaten Bone Bolango, akhirnya turun. Setelah sempat bertengger di Rp150.000 per kilogram, komoditas pedas itu kini dijual Rp140.000 per kilogram.

Turunnya harga cabai sebesar Rp10.000 per kilogram tersebut tercatat dalam pemantauan harga pangan pada Senin (15/9/2026).

Secara persentase, penurunannya sekitar 6,7 persen. Belum bisa disebut murah, tetapi setidaknya angka di papan harga mulai bergerak ke bawah.

Cabai rawit merah memang menjadi komoditas dengan perubahan harga paling menonjol dalam pemantauan kali ini. Sebelumnya harganya terus menanjak hingga menyentuh Rp150.000 per kilogram.

Kini arahnya berbalik. Meski demikian, konsumen yang ingin membawa pulang satu kilogram cabai rawit tetap harus menyiapkan uang Rp140.000.

Baca Juga:  Pemda Bone Bolango Siap Awasi Amdal Demi Keberlanjutan Tambang Emas GM

Cabai merah keriting juga belum mau ikut turun. Harganya masih bertahan di Rp95.000 per kilogram. Tomat pun memilih “diam di tempat” dengan harga Rp7.000 per kilogram.

Berbeda dengan cabai rawit yang bergerak turun, sejumlah kebutuhan pokok lainnya terpantau relatif stabil.

Beras IR 64 medium masih dijual Rp15.000 per kilogram. Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog juga bertahan di Rp12.000 per kilogram.

Gula pasir curah berada di Rp19.000 per kilogram. Minyak goreng curah tercatat Rp19.000 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp24.000 per liter, sedangkan Minyakita Rp15.700 per liter.

Baca Juga:  Merlan Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Harus Pro Rakyat

Harga pangan sumber protein juga belum banyak bergerak. Ayam ras karkas tercatat Rp33.500 per kilogram, telur ayam ras Rp30.767 per kilogram, dan daging sapi paha belakang Rp150.000 per kilogram.

Kelompok bawang juga masih betah dengan harga sebelumnya. Bawang merah dijual Rp37.667 per kilogram, bawang putih Honan Rp38.667 per kilogram, dan bawang bombai Rp45.000 per kilogram.

Untuk sayuran, kentang ukuran sedang berada di Rp22.000 per kilogram dan sawi hijau Rp15.000 per kilogram. Kangkung, ketimun ukuran sedang, kacang panjang, serta ketela pohon masing-masing berada di kisaran Rp10.000 per kilogram.

Dari kelompok ikan dan hasil laut, ikan tongkol tercatat Rp35.000 per kilogram, ikan teri Rp110.000 per kilogram, sedangkan udang basah Rp65.000 per kilogram.

Baca Juga:  Pemkab Bone Bolango Terapkan Sekolah Aman Bencana 2025

Pisang berada di harga Rp10.000 per kilogram dan jeruk Rp15.000 per kilogram.

Sementara itu, sejumlah bahan pangan lain seperti tempe, tahu putih, susu kental manis, mi instan, garam halus, ayam kampung utuh, kacang hijau, hingga kacang tanah tercatat belum mengalami perubahan harga.

Jadi, untuk sementara cabai rawit merah boleh turun dari “singgasananya” Rp150.000. Namun dengan harga Rp140.000 per kilogram, dompet pembeli tampaknya masih belum bisa benar-benar santai.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel