Hibata.id – Persoalan sampah masih menjadi perhatian Pemerintah Kota Gorontalo. Keluhan warga mengenai pengangkutan dan penumpukan sampah di sejumlah titik mendorong pemerintah memperkuat pelayanan sekaligus mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Gorontalo, Lukman Kasim, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan armada pengangkut sampah. Penyesuaian jadwal dilakukan apabila terdapat kendaraan yang mengalami kerusakan atau gangguan operasional.
Saat ini, DLHK mencatat terdapat 54 kendaraan pengangkut sampah, terdiri atas 50 armada kelurahan dan empat armada DLHK. Dari jumlah tersebut, sekitar 48 armada masih beroperasi. Sementara kendaraan yang mengalami kerusakan diperbaiki secara bertahap.
Produksi sampah di Kota Gorontalo diperkirakan mencapai 140 ton per hari. Sebagian besar sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sedangkan sebagian lainnya diarahkan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan bank sampah.
“Jika ada armada yang mengalami kerusakan, kami menyesuaikan jadwal pengangkutan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Titik-titik yang mengalami kendala juga menjadi perhatian untuk segera ditangani,” ujar Lukman.
Juru Bicara Wali Kota Gorontalo, Jeffry As. Rumampuk, mengatakan persoalan sampah menjadi perhatian serius Wali Kota Adhan Dambea. Menurut dia, pengelolaan sampah berkaitan langsung dengan pelayanan dasar, kenyamanan warga, dan kesehatan lingkungan.
Jeffry mengatakan Wali Kota telah meminta jajaran terkait tidak sekadar menerima laporan masyarakat, tetapi segera menindaklanjutinya dengan tindakan di lapangan.
“Pesan Wali Kota jelas, setiap keluhan masyarakat harus ditindaklanjuti. Jangan sampai masyarakat sudah melapor, tetapi tidak ada tindakan di lapangan. Pelayanan harus bergerak dan persoalan harus diselesaikan sesuai kewenangan pemerintah,” tegas Jeffry.
Menurut dia, kendala armada tidak boleh membuat pelayanan pengangkutan sampah terhenti. DLHK diminta mengatur dan menyesuaikan operasional armada agar pelayanan tetap berjalan, sekaligus mengevaluasi titik-titik yang masih mengalami persoalan.
“Pemerintah bertanggung jawab memastikan pelayanan berjalan dengan baik. Kami juga terbuka terhadap laporan dan kritik masyarakat karena itu menjadi bagian dari evaluasi untuk memperbaiki pelayanan,” katanya.
Selain mengandalkan pelayanan pemerintah, Pemkot Gorontalo mengajak masyarakat mengambil bagian dalam menjaga kebersihan kota. Warga diminta membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan agar sampah tidak menumpuk di lingkungan permukiman maupun ruang publik.
Jeffry mengatakan kebersihan kota membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah bertugas memastikan pelayanan berjalan, sementara warga memiliki peran penting dalam mengurangi dan mengelola sampah dari lingkungan masing-masing.
“Pada prinsipnya, Wali Kota Adhan Dambea bersama Wakil Wali Kota Indra Gobel menekankan agar seluruh jajaran Pemkot Gorontalo cepat merespons laporan masyarakat, bekerja berdasarkan data, serta memastikan setiap program dan pelayanan pemerintah benar-benar memberi manfaat bagi warga,” pungkasnya.












