Hibata.id – Membangun koperasi tidak cukup dengan modal, aturan, dan struktur organisasi. Di balik keberlangsungan sebuah koperasi, ada kualitas sumber daya manusia yang menentukan bagaimana lembaga ekonomi tersebut dikelola dan dikembangkan.
Pesan itu mengemuka dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo di Ballroom Grand Q Hotel Gorontalo, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan ketua dan pengurus koperasi se-Kota Gorontalo. Mereka mendapat pembekalan mengenai tata kelola koperasi, kewajiban melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), pengelolaan usaha, profil risiko, kinerja keuangan, hingga permodalan.
Pemerintah Kota Gorontalo menilai koperasi tidak cukup hanya memiliki badan hukum dan struktur kepengurusan. Koperasi harus benar-benar bergerak, memiliki aktivitas usaha, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi anggota dan masyarakat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo, Muttakin Adam, mengatakan peningkatan kapasitas pengurus merupakan bagian penting untuk mendorong koperasi dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Menurut Muttakin, pengurus tidak hanya dituntut memahami administrasi dan regulasi. Mereka juga harus mampu membaca peluang, mengambil keputusan, mengembangkan usaha, serta membangun kepercayaan anggota.
“Penguatan SDM menjadi sangat penting karena koperasi membutuhkan pengurus yang tidak hanya memahami tata kelola, tetapi juga memiliki semangat, keberanian dan kemampuan untuk mengembangkan usaha koperasi,” ujar Muttakin.
Ia mengatakan koperasi yang sehat harus dibangun melalui pengelolaan yang transparan, tertib, dan bertanggung jawab. Karena itu, RAT semestinya tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi forum untuk mengevaluasi kinerja sekaligus menyusun arah pengembangan koperasi.
“Harapan kami, setelah mengikuti diklat ini para pengurus dapat membawa pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan di koperasinya masing-masing. Jangan sampai kegiatan pelatihan hanya berhenti di ruang kelas,” katanya.
Ditutup dengan Penguatan Mental
Rangkaian diklat tersebut kemudian ditutup dengan sesi penguatan mental yang menghadirkan Zulkifli Bilondatu, Master Hypno Motivator Internasional asal Gorontalo.
Kehadiran Zulkifli memberi warna berbeda pada sesi penutupan. Jika sebelumnya peserta dibekali pengetahuan mengenai tata kelola dan pengelolaan koperasi, pada sesi ini mereka diajak melihat sisi lain dari kepemimpinan: pola pikir, kepercayaan diri, dan keberanian menghadapi tantangan.
Melalui pendekatan hypno-motivation, peserta diajak mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, mengelola hambatan mental, serta mengubah cara pandang terhadap persoalan yang muncul dalam menjalankan organisasi.
Materi tersebut menekankan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh modal dan sistem administrasi. Kualitas kepemimpinan, komunikasi, serta kemampuan pengurus menghadapi persoalan juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
Zulkifli dikenal menggunakan pendekatan hipnosis dan motivasi dalam berbagai kegiatan pengembangan diri. Dalam sesi tersebut, peserta diajak membangun keyakinan bahwa persoalan organisasi bukan alasan untuk berhenti bergerak.
Sebaliknya, tantangan didorong untuk dihadapi dengan pola pikir yang lebih positif, terukur, dan berorientasi pada solusi.
Sesi motivasi itu sekaligus menjadi penutup pesan utama diklat: penguatan koperasi membutuhkan kemampuan mengelola organisasi sekaligus kesiapan mental pengurus untuk memimpin perubahan.
Pemerintah Kota Gorontalo berharap pelatihan tersebut tidak hanya menghasilkan pengurus yang memahami regulasi dan tata kelola koperasi, tetapi juga pengelola yang lebih percaya diri, inovatif, dan memiliki keberanian mengembangkan usaha.
Pemkot Gorontalo juga mendorong koperasi yang belum aktif untuk segera dibenahi. Sementara koperasi yang belum melaksanakan RAT diminta memenuhi kewajibannya. Pemerintah menargetkan semakin banyak koperasi di Kota Gorontalo mampu mencapai predikat sehat.












