Hibata.id – Sebanyak 82 sekolah di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, mendapatkan bantuan Program Revitalisasi Sekolah pada tahun anggaran 2026. Bantuan dari pemerintah pusat tersebut mencakup jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Bupati Boalemo, Rum Pagau, meninjau sejumlah sekolah penerima program di Kecamatan Tilamuta, Jumat, 16 Oktober 2026. Ia didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boalemo, Ahman Sarman.
Kunjungan itu dilakukan untuk melihat pelaksanaan program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan secara langsung. Sejumlah kepala sekolah penerima bantuan turut menyambut kedatangan rombongan.
Rum menjelaskan, Program Revitalisasi Sekolah merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan melalui rehabilitasi bangunan sekolah maupun pembangunan fasilitas fisik baru.
“Alhamdulillah, tahun anggaran 2026 ini Pemerintah Kabupaten Boalemo telah mendapatkan revitalisasi sekolah sebanyak 82 sekolah, baik TK, SD maupun SMP. Namun, alokasi anggaran setiap sekolah bervariasi. Cukup banyak anggaran yang kita dapatkan,” ujar Rum.
Menurut dia, bantuan tersebut menjadi tambahan penting bagi pembangunan sektor pendidikan di Boalemo. Kebutuhan untuk memperbaiki bangunan dan menyediakan fasilitas sekolah dalam jumlah besar, kata Rum, akan sulit dipenuhi jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Ini merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi masyarakat Boalemo karena kita mendapatkan tambahan revitalisasi yang cukup besar. Kalau ini dilakukan di Boalemo dan dibiayai melalui APBD, mustahil bisa terlaksana karena jumlahnya cukup besar dan APBD kita pasti tidak mampu,” katanya.
Atas dukungan tersebut, Rum mengajak masyarakat untuk bersyukur dan menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto serta jajaran Kemendikdasmen, khususnya menteri dan direktur jenderal terkait.
Namun, bagi Rum, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya dengan memperbaiki bangunan dan menambah fasilitas sekolah. Pembentukan karakter anak juga harus menjadi perhatian utama dalam proses belajar mengajar.
Ia menilai, pembangunan sumber daya manusia perlu dimulai sejak usia dini, dengan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, penghormatan, dan tanggung jawab kepada anak-anak.
“Kita sudah seharusnya mendidik anak-anak dengan baik. Terutama karakternya lebih kita utamakan karena mereka adalah generasi penerus cita-cita bangsa,” tegasnya.
Rum meminta penguatan pendidikan karakter dilakukan sejak jenjang TK hingga SD. Anak-anak, menurut dia, perlu dibiasakan menghormati orang tua, menghargai guru, dan bersikap hormat kepada orang yang lebih tua.
“Ini dimaksudkan supaya anak-anak kita kelak bisa mencintai dan menghormati orang tuanya, menghormati gurunya, serta menghormati yang lebih tua dari mereka. Dengan begitu, mereka bisa diarahkan untuk menjadi penerus cita-cita bangsa,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap program revitalisasi tersebut dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah serta mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pendidikan karakter agar peningkatan fasilitas berjalan seiring dengan pembentukan generasi muda yang berdisiplin dan bertanggung jawab.












