Hibata.id, Bolmut – Kalender sudah berganti bulan, tetapi Tunjangan Profesi Guru (TPG) Mei 2026 milik tujuh Aparatur Sipil Negara (ASN) Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, disebut belum juga masuk ke rekening.
Yang membuat persoalan ini menarik perhatian bukan sekadar soal kapan uang tersebut dibayarkan.
Para guru justru mempertanyakan satu hal sederhana: kalau anggarannya ada, mengapa nama mereka tidak ikut dalam daftar penerima?
Pertanyaan itu kini mengarah kepada proses pengusulan, penganggaran, hingga pembayaran TPG di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bolmut.
Salah seorang ASN GPAI yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, dari sejumlah guru ASN GPAI, hanya sekitar tujuh orang yang disebut tidak menerima TPG untuk Mei.
“Di mana posisi saya dan enam rekan ASN GPAI lainnya? Dari sekian banyak guru ASN GPAI, hanya sekitar tujuh orang yang tidak menerima pembayaran TPG bulan Mei dengan alasan anggaran tidak mencukupi,” katanya kepada awak media, Rabu (12/8/2026).
Di sinilah ceritanya mulai terasa seperti mencari nama di daftar hadir.
Menurut informasi yang diterima para guru, pihak Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama Bolmut sebelumnya telah mengusulkan nama-nama guru yang memenuhi persyaratan sebagai penerima TPG.
Namun, ketika proses pembayaran berlangsung, tujuh nama ASN GPAI tersebut disebut tidak lagi terakomodasi.
Nama sudah diusulkan, tetapi ketika sampai di meja pembayaran, para guru itu mengaku seperti sedang menunggu giliran yang tidak kunjung dipanggil.
“Kalau memang seluruh usulan dari Pendis sudah disampaikan, mengapa saat proses pembayaran nama kami tidak di-cover atau diakomodasi?” ujarnya.
Persoalan semakin menjadi tanda tanya karena para guru memperoleh informasi bahwa anggaran TPG untuk guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) masih mencukupi hingga Juni 2026.
Sementara itu, anggaran TPG untuk guru ASN/PNS disebut hanya mencukupi sampai Mei.
Bagi tujuh ASN GPAI tersebut, informasi itu menimbulkan pertanyaan lanjutan. Jika anggaran untuk kelompok tertentu masih tersedia, sementara mereka yang masuk kategori ASN/PNS justru belum menerima pembayaran Mei, di bagian mana sebenarnya persoalannya?
Para guru menduga masalah tersebut berkaitan dengan proses perencanaan atau penganggaran. Namun, dugaan itu belum dapat disebut sebagai fakta karena pihak yang berwenang masih perlu memberikan penjelasan.
Mereka mengatakan pihak Pendis sebelumnya telah menawarkan solusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Akan tetapi, menurut para guru, solusi itu belum mendapat tindak lanjut dari pihak yang menangani pembayaran maupun perencanaan anggaran.
Hasil akhirnya, tujuh guru tersebut tetap berada di posisi yang sama: menunggu.
Bukan Minta Karpet Merah
Para ASN GPAI tersebut menegaskan bahwa mereka tidak meminta perlakuan khusus.
Mereka hanya ingin mengetahui alasan pembayaran TPG Mei 2026 belum mereka terima dan meminta kejelasan mengenai mekanisme penganggaran serta pembayaran.
“Kami tidak meminta perlakuan istimewa. Kami hanya menuntut agar hak kami dipenuhi secara adil, transparan dan tanpa diskriminasi,” kata salah seorang guru.
Mereka juga menyoroti informasi mengenai Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang disetujui Kementerian Keuangan dan disebut salah satunya berkaitan dengan dukungan pembayaran tunjangan bagi guru yang memenuhi ketentuan, termasuk guru yang telah menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Karena itu, para guru meminta Kementerian Agama Kabupaten Bolmut memberikan penjelasan secara terbuka mengenai tiga hal: berapa anggaran yang tersedia, siapa saja yang ditetapkan sebagai penerima, dan mengapa tujuh ASN GPAI tersebut belum menerima TPG Mei 2026.
Sebab, dalam urusan tunjangan guru, yang dibutuhkan bukan teka-teki. Yang dibutuhkan adalah angka, daftar nama, mekanisme, dan penjelasan yang terang.
Kemenag Bolmut Dikonfirmasi
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bolmut Idrus Sante melalui Kepala Seksi Pendidikan Islam Ahmad Modeong telah dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp pada Rabu (12/8/2026).
Pesan konfirmasi telah dikirim untuk meminta penjelasan mengenai pembayaran TPG Mei 2026, ketersediaan anggaran, serta alasan tujuh ASN GPAI belum menerima pembayaran.
Namun, hingga berita ini ditulis, pesan tersebut belum mendapat tanggapan dan masih menunjukkan status centang satu.
Dengan demikian, penjelasan dari pihak Kementerian Agama Kabupaten Bolmut masih ditunggu.
Karena dalam berita, satu sisi boleh bercerita. Tetapi agar ceritanya utuh, pihak yang disebut juga berhak membuka halaman berikutnya.












