Bone Bolango

Bappeda Bone Bolango Dorong Pembangunan Perdesaan Terpadu

×

Bappeda Bone Bolango Dorong Pembangunan Perdesaan Terpadu

Sebarkan artikel ini
Bappeda Litbang Bone Bolango mendorong RAMONA KADES DI KABON untuk mengintegrasikan program, potensi desa dan pembangunan kawasan perdesaan di Kabila Bone/Hibata.id
Bappeda Litbang Bone Bolango mendorong RAMONA KADES DI KABON untuk mengintegrasikan program, potensi desa dan pembangunan kawasan perdesaan di Kabila Bone/Hibata.id

Hibata.id, Bone Bolango Program pembangunan di desa tidak lagi didorong berjalan sendiri-sendiri.

Bappeda Litbang Kabupaten Bone Bolango mulai mengintegrasikan berbagai intervensi pembangunan di Kecamatan Kabila Bone melalui strategi RAMONA KADES DI KABON.

Strategi pembangunan kawasan perdesaan itu dirancang untuk menyatukan program pemerintah, potensi desa, masyarakat hingga dunia usaha agar bergerak dalam satu arah dan menghasilkan manfaat yang lebih nyata.

Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Bone Bolango, Sri Mulyani, mengatakan berbagai program pembangunan sebenarnya telah berjalan melalui perangkat daerah maupun pemangku kepentingan lainnya.

Persoalannya, sejumlah program masih bergerak secara parsial. Kondisi tersebut membuat dampak pembangunan belum terlihat secara optimal di masyarakat.

“Banyak program yang sudah dilaksanakan, tetapi masih berjalan secara parsial sehingga dampaknya belum terlihat secara optimal. Melalui inovasi ini, kita ingin mendorong agar berbagai program tersebut dapat lebih terfokus, saling terhubung, dan memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat,” kata Sri Mulyani.

Baca Juga:  Warga Bonebol Tak Perlu Resah soal Kenaikan Harga Beras di Ramadhan

Sri menyampaikan hal itu saat melakukan kunjungan kerja melalui Ruang Video Conference (Vidcom), Selasa (15/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bappeda Litbang Bone Bolango membangun kolaborasi dengan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, untuk memperkuat pengembangan RAMONA KADES DI KABON.

Menurut Sri, pembangunan perdesaan kini membutuhkan cara pandang yang lebih luas.

Program tidak cukup dirancang berdasarkan batas administrasi setiap desa atau kepentingan sektoral masing-masing perangkat daerah.

Potensi dan kebutuhan antardesa yang saling berkaitan perlu dipetakan sebagai satu kawasan.

Melalui pendekatan itu, RAMONA KADES DI KABON mempertemukan berbagai kekuatan yang dimiliki Kabila Bone, mulai dari sumber daya alam, masyarakat, kelembagaan desa, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas hingga pemerintah.

Baca Juga:  Pemkab Bone Bolango Perkuat Disiplin ASN Pasca-Idulfitri 1447 H

Seluruh potensi tersebut kemudian diarahkan dalam satu kerangka kolaborasi.

Tujuannya, pembangunan tidak berhenti pada banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi mampu menciptakan nilai tambah dan menopang keberlanjutan ekonomi masyarakat.

“Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya Bappeda Litbang untuk menggeser pola pembangunan dari sektoral dan parsial menuju pembangunan kawasan yang lebih terpadu, terarah, dan berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Sri berharap kolaborasi dengan BSKDN Kemendagri dapat memperkuat kebijakan dan tata kelola sekaligus membantu pengembangan model inovasi pembangunan perdesaan yang berkelanjutan.

Bagi Bappeda Litbang Bone Bolango, ukuran pembangunan juga tidak semata-mata terletak pada banyaknya program yang selesai dilaksanakan.

Hasil akhirnya harus terlihat dari perubahan dan manfaat yang diterima masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Bone Bolango dan Pengadilan Agama Suwawa Perkuat Layanan Hukum

“Melalui RAMONA KADES DI KABON, kita ingin memastikan bahwa pembangunan tidak sekadar dihitung dari berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa jauh berbagai intervensi tersebut mampu menghasilkan outcome dan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Sri.

Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menyambut pengembangan RAMONA KADES DI KABON.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bone Bolango yang mulai menempatkan keterpaduan program dan dampaknya terhadap masyarakat sebagai bagian penting dalam inovasi pembangunan daerah.

“BSKDN siap mendukung dan berkolaborasi dalam pengembangan RAMONA KADES DI KABON agar pendekatan pembangunan kawasan yang dirancang dapat terus diperkuat dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Yusharto.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel