Hibata.id, Gorontalo – Jalan menuju panggung nasional kini terbuka bagi Pitria Deu.
Kepala SMP Negeri 1 Kabila, Kabupaten Bone Bolango, itu meraih Juara I Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 2026 tingkat Provinsi Gorontalo.
Prestasi tersebut mengantarkannya menjadi wakil Gorontalo pada ajang tingkat nasional.
Pitria tidak melangkah sendirian. Keberhasilannya turut menandai capaian GTK Kabupaten Bone Bolango yang berhasil lolos pada sembilan dari 11 kategori yang diikuti dalam ajang tersebut.
Prestasi itu berawal dari seleksi substansi yang digelar Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi Gorontalo pada 20–21 Oktober 2026.
Sebanyak 90 peserta dari kabupaten dan kota se-Gorontalo mengikuti proses seleksi selama dua hari tersebut.
Para peserta tidak cukup hanya mengandalkan gagasan di atas kertas.
Mereka harus menyusun naskah, membuat video, dan menjalani wawancara untuk memaparkan praktik baik yang telah diterapkan dalam dunia pendidikan.
Melalui tahapan tersebut, penyelenggara menggali pengalaman, kreativitas, dan inovasi para guru serta tenaga kependidikan.
Praktik yang dinilai berkaitan dengan upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan.
Bagi Bone Bolango, keberhasilan menembus sembilan kategori menjadi capaian tersendiri.
Hasil itu memperlihatkan keterlibatan para pendidik daerah dalam mengembangkan inovasi dan membagikan pengalaman yang dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan sekolah.
Kini, tantangan Pitria berlanjut ke tingkat nasional. Ia membawa nama Gorontalo sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan praktik baik yang dikembangkan pendidik daerah.
Prestasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat.
Capaian Pitria dan para peserta dari Bone Bolango dapat menjadi pemantik bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi, mengasah kreativitas, serta menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Dari Kabila, langkah Pitria kini mengarah ke panggung nasional. Perjalanan itu menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa inovasi pendidikan dari daerah juga layak mendapat perhatian lebih luas.












