Hibata.id, Buton Tengah – Semangat perjuangan Kartini terasa kuat di Kabupaten Buton Tengah pada peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026.
Momentum ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi ajakan terbuka bagi perempuan untuk tampil lebih berani, mandiri, dan berperan aktif dalam pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Buton Tengah mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas” sebagai penegasan arah pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Bupati Buton Tengah, Azhari, hadir bersama Wakil Bupati Adam Basan, jajaran Forkopimda, serta para pimpinan OPD.
Kehadiran berbagai organisasi perempuan juga menambah semarak sekaligus mempertegas peran strategis perempuan di daerah itu.
Dalam suasana yang hangat namun penuh makna, Azhari mengajak seluruh perempuan Buton Tengah untuk tidak hanya mengenang sejarah.

Tetapi juga melanjutkan perjuangan para pahlawan perempuan seperti Cut Nyak Dien, Malahayati, dan Martha Christina Tiahahu.
“Semangat Kartini harus kita hidupkan dalam tindakan nyata. Perempuan Buton Tengah harus berani tampil, berkarya, dan memberi dampak langsung bagi lingkungan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perempuan memiliki ruang luas untuk berkontribusi, termasuk dalam pengembangan ekonomi daerah.
Karena itu, ia mendorong Dinas Koperasi memperkuat sinergi dengan organisasi perempuan, terutama dalam mengelola potensi lokal seperti wisata kuliner dan sektor pariwisata.
Menurut Azhari, kemajuan daerah tidak bisa dilepaskan dari kekuatan keluarga. Ia menilai keharmonisan rumah tangga menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera.
“Ketika keluarga kuat, daerah ikut maju. Suami dan istri harus saling mendukung agar mampu menghadapi tantangan bersama,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Buton Tengah, Umi Noranah Azhari, melihat peringatan Hari Kartini tahun ini sebagai momentum penting menuju visi Indonesia Emas 2045.
Ia menegaskan perempuan berdaya bukan hanya simbol, tetapi kekuatan nyata dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat.
“Perempuan yang mandiri secara ekonomi dan berpikir maju akan membawa perubahan besar. Dari keluarga yang sejahtera, kita melahirkan generasi masa depan yang unggul,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan anak dari berbagai ancaman, termasuk kekerasan dan stunting. Menurutnya, langkah ini menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak pemimpin masa depan.
Menutup rangkaian kegiatan, Umi Noranah mengajak seluruh perempuan Buton Tengah untuk terus berinovasi dan tidak berhenti belajar.
Ia menegaskan bahwa semangat Kartini harus terus hidup, tidak hanya dalam peringatan, tetapi juga dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari.
Peringatan ini pun meninggalkan pesan kuat: ketika perempuan berdaya dan anak terlindungi, masa depan Buton Tengah menuju Indonesia Emas bukan sekadar harapan, melainkan tujuan yang semakin dekat.













