Buton

Tiga Daerah Bersatu, Azhari Pimpin Langkah Pulau Muna Menuju Geopark Nasional

×

Tiga Daerah Bersatu, Azhari Pimpin Langkah Pulau Muna Menuju Geopark Nasional

Sebarkan artikel ini
Tiga kepala daerah di Jazirah Muna menyatukan langkah memperjuangkan Pulau Muna menjadi Geopark Nasional. Kawasan karst, gua bawah tanah, dan potensi wisata alam dinilai layak menuju pengakuan nasional hingga UNESCO/Hibata.id
Tiga kepala daerah di Jazirah Muna menyatukan langkah memperjuangkan Pulau Muna menjadi Geopark Nasional. Kawasan karst, gua bawah tanah, dan potensi wisata alam dinilai layak menuju pengakuan nasional hingga UNESCO/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Tiga pemerintah daerah di Jazirah Muna menyatukan komitmen untuk mengusulkan Pulau Muna sebagai Geopark Nasional, sebuah langkah yang dinilai penting untuk menjaga kekayaan geologi sekaligus membuka peluang ekonomi melalui sektor pariwisata berkelanjutan.

Komitmen itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Bupati Buton Tengah, Rabu (17/6), yang mempertemukan Bupati Buton Tengah Dr. Azhari, Bupati Muna Drs. Bahrun, dan Wakil Bupati Muna Barat Ali Basa bersama sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan daerah.

Scroll untuk baca berita

Turut hadir Direktur Sumber Daya Energi, Mineral dan Pertambangan Bappenas RI Togu Pardede, Ketua Jaringan Geopark Indonesia Dedy Irfan Bachri, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, serta jajaran organisasi perangkat daerah dari tiga kabupaten di Pulau Muna.

Bupati Buton Tengah Dr. Azhari mengatakan Pulau Muna memiliki modal kuat untuk menjadi geopark karena menyimpan bentang alam karst yang unik, sistem sungai bawah tanah, hingga jaringan gua alami yang tersebar di sejumlah wilayah.

“Mudah-mudahan kehadiran Pak Togu di Buton Tengah menjadi awal yang baik dalam perjuangan kita menjadikan Pulau Muna sebagai geopark,” kata Azhari.

Baca Juga:  Saksikan Pemusnahan Miras, Bupati Buteng Dorong Regulasi Ketat Penyakit Masyarakat

Menurut dia, Pulau Muna yang mencakup wilayah Kabupaten Buton Tengah, Muna, dan Muna Barat memiliki karakter geologi yang saling terhubung dan sulit ditemukan di banyak daerah lain di Indonesia.

Keunikan tersebut terlihat dari keberadaan kawasan karst yang membentang luas, termasuk gua-gua alami yang selama ini menjadi bagian dari identitas Pulau Muna.

“Keunikan itu dapat kita lihat di beberapa lokasi, seperti kawasan gua di Desa Lasori, Buton Tengah, serta Gua Metanduno di Kabupaten Muna,” ujarnya.

Azhari menegaskan bahwa upaya menjadikan Pulau Muna sebagai geopark juga sejalan dengan komitmen daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan karst yang selama ini menjadi benteng alami ekosistem setempat.

Ia menilai kawasan karst merupakan warisan geologi yang terbentuk melalui proses alam selama ratusan hingga ribuan tahun sehingga keberadaannya harus dijaga untuk generasi mendatang.

“Pulau karst terbentuk dari terumbu karang yang mengalami proses geologi selama ratusan bahkan ribuan tahun. Jika kawasan ini rusak akibat aktivitas tambang, maka pemulihannya membutuhkan waktu yang sangat panjang,” katanya.

Baca Juga:  Nyaris Telan Korban, Plafon Kantor Bupati Buton Tengah Ambruk Usai Diguyur Hujan

Karena itu, Azhari kembali menegaskan penolakannya terhadap aktivitas pertambangan batu gamping di Pulau Muna yang dinilai tidak sejalan dengan semangat konservasi maupun pengembangan kawasan geopark.

“Karena itu saya sengaja menyampaikan persoalan ini kepada Pak Togu agar menjadi bahan pertimbangan Bappenas dalam melihat masa depan Pulau Muna,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Jaringan Geopark Indonesia Dedy Irfan Bachri mengatakan kunjungannya bersama Bappenas bertujuan mempercepat inisiasi pembentukan Geopark Pulau Muna yang selama ini dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata geologi unggulan di Indonesia.

Menurut Dedy, Pulau Muna tidak hanya memiliki bentang alam karst yang khas, tetapi juga menyimpan pantai, gua bawah tanah, dan berbagai situs geologi yang berpotensi menjadi daya tarik wisata bertaraf internasional.

“Pulau Muna bisa menjadi surga wisata alam. Namun pengelolaannya harus dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yakni edukasi, konservasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  RKPD 2027 Buton Tengah Arahkan Penguatan PPPK dan Pengembangan Pendidikan

Ia mengungkapkan Indonesia saat ini memiliki 26 kawasan geopark, dengan 12 di antaranya telah mendapat pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.

Melihat potensi yang dimiliki Pulau Muna, Dedy optimistis kawasan tersebut memiliki peluang besar untuk mengikuti jejak sejumlah geopark Indonesia yang telah dikenal di tingkat dunia.

“Beberapa kawasan yang sedang berproses menuju UNESCO Global Geopark memiliki potensi yang sama kuatnya, dan Pulau Muna merupakan salah satu kandidat yang sangat menjanjikan,” ujarnya.

Dedy menekankan bahwa keberhasilan pengusulan Geopark Pulau Muna tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah pusat, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat setempat.

“Pada dasarnya kami dari Jaringan Geopark Indonesia hadir untuk berbagi pengalaman dan membantu proses pengusulan. Dengan kerja sama yang kuat, proses yang dimulai dari daerah ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan hasil terbaik bagi Pulau Muna,” pungkasnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel