Hibata.id, Asahan – Bunda Literasi Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, melantik Bunda Literasi Kecamatan Meranti dalam seremoni yang berlangsung di Aula Kantor Camat Meranti, Rabu (8/4) pukul 14.00 WIB.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Asahan memperkuat gerakan literasi hingga tingkat kecamatan dan desa sebagai fondasi membangun masyarakat yang cerdas, inklusif, dan berdaya.
Acara itu dihadiri Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Asahan Drs. Ilham, M.M, Camat Meranti Resmanto Tambunan, SE, para kepala desa se-Kecamatan Meranti, jajaran pengurus Bunda Literasi Kecamatan Meranti, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Ny. Yusnila menegaskan bahwa penguatan budaya baca tidak cukup hanya di tingkat kabupaten, tetapi harus menjangkau masyarakat hingga pelosok desa melalui peran aktif penggerak literasi lokal.
Ia menyampaikan enam pilar utama yang harus menjadi pedoman Bunda Literasi Kecamatan Meranti dalam menjalankan tugas.
“Pertama, menjadi teladan dengan memberikan contoh nyata kepada masyarakat dalam membangun kebiasaan membaca. Kedua, mendorong kebijakan dan dukungan pemerintah daerah melalui alokasi anggaran serta penyediaan fasilitas literasi,” katanya.
Ia melanjutkan, pilar ketiga menitikberatkan pada mobilisasi masyarakat melalui berbagai kegiatan literasi yang melibatkan warga secara langsung.
Sementara pilar keempat menekankan inovasi program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sedangkan pilar kelima berfokus pada optimalisasi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat.
“Pilar keenam adalah menciptakan masyarakat yang inklusif, mandiri, dan berdaya melalui peningkatan kemampuan literasi,” ujarnya.
Ny. Yusnila juga meminta Bunda Literasi Kecamatan Meranti aktif mengampanyekan Gerakan Nasional Gemar Membaca kepada seluruh lapisan masyarakat, baik melalui kegiatan tatap muka maupun pemanfaatan media komunikasi.
Menurut dia, sinergi dengan komunitas literasi, organisasi profesi, lembaga pendidikan, hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam memperluas dampak program literasi.
“Lakukan sosialisasi kegiatan literasi secara berkelanjutan di wilayah kerja masing-masing,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Asahan agar program literasi tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan.
Selain menjalankan program, Bunda Literasi diharapkan dapat memberikan masukan strategis terhadap kebijakan pengembangan literasi di lingkungan pemerintah daerah maupun masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan surat keputusan Camat Meranti, dilanjutkan prosesi pelantikan, serta penyampaian arahan dari Bunda Literasi Kabupaten Asahan.
Pelantikan tersebut mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Asahan dalam memperluas jaringan penggerak literasi hingga tingkat kecamatan sebagai langkah membangun generasi yang berpengetahuan luas dan siap menghadapi tantangan masa depan.













