“Produk yang ditawarkan meliputi Chrome OS serta Chrome Device Management yang kemudian dijadikan dasar proyek pengadaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi,” ujar Nurcahyo.
Pada 6 Mei 2020, Nadiem disebut menggelar rapat bersama sejumlah pejabat Kemendikbud, termasuk Dirjen PAUD Dikdasmen berinisial H, Kepala Badan Litbang T, serta dua staf khusus menteri. Rapat yang dilakukan secara daring tersebut membahas persiapan pengadaan Chromebook untuk peserta didik.
“Dalam rapat itu, NAM meminta agar pengadaan perangkat TIK difokuskan pada produk Chromebook,” tambahnya.
Setelah serangkaian pertemuan internal, Nadiem kemudian membalas surat dari pihak Google untuk melanjutkan partisipasi dalam program pengadaan perangkat TIK di Kemendikbud.
Kasus pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbud sempat menuai sorotan publik sejak 2021 karena adanya dugaan penggelembungan harga.
Proyek itu digadang sebagai upaya digitalisasi pendidikan, namun kemudian menjadi temuan penyidik Kejagung karena indikasi penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara.
Kejagung menegaskan penyidikan akan terus diperluas dengan memeriksa pejabat terkait serta pihak swasta yang terlibat. Lembaga itu berkomitmen menuntaskan kasus ini secara transparan guna menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan dan tata kelola pemerintahan.














