Hibata.id, Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi menggandeng Bank Mandiri sebagai mitra penyelenggara Gorontalo Half Marathon (GHM) 2026.
Kolaborasi ini ditargetkan menghadirkan ajang lari yang lebih profesional, menarik lebih banyak peserta, sekaligus memperkuat sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi daerah.
Pimpinan Cabang Bank Mandiri Gorontalo, Warham Syahrani, mengatakan kerja sama tersebut lahir dari evaluasi penyelenggaraan GHM tahun sebelumnya.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi Gorontalo membuka ruang bagi berbagai masukan agar event tahunan itu tampil dengan konsep yang lebih matang.
“Ini memang inisiatif dari Pemprov Gorontalo. Mereka mendengar aspirasi dari pelaksanaan sebelumnya, lalu mengajak kami berkolaborasi agar GHM bisa naik kelas,” kata Warham di Gorontalo, Kamis (30/07/2026).
Bank Mandiri, lanjut Warham, tidak datang tanpa pengalaman. Perusahaan itu telah sukses menggelar Mandiri Jogja Marathon selama bertahun-tahun.
Rekam jejak tersebut membuat kantor pusat Bank Mandiri langsung merespons positif proposal yang diajukan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
“Ketika proposal masuk, kantor pusat melihat event ini punya potensi besar untuk dikembangkan di Gorontalo,” ujarnya.
Tak hanya memperkuat sisi penyelenggaraan, Bank Mandiri juga menyiapkan konsep yang mengangkat keunikan Gorontalo.
Tim dari kantor pusat bahkan telah meninjau langsung rute GHM 2026 dan menilai lintasannya memiliki daya tarik tersendiri.
Menurut Warham, peserta tidak hanya akan berlari di kawasan perkotaan, tetapi juga menikmati panorama pedesaan, persawahan, hingga permukiman warga yang memberi pengalaman berbeda dibandingkan event lari lainnya.
“Hasil survei menunjukkan rutenya menarik. Tidak hanya kota, tetapi juga melewati kampung dan pedesaan. Itu yang menjadi daya tariknya,” katanya.
Konsep tersebut juga akan dipadukan dengan promosi potensi daerah. Penyelenggara mulai mendata UMKM, produk unggulan, destinasi wisata, hingga kearifan lokal yang bisa diperkenalkan kepada ribuan peserta dari berbagai daerah.
“Kami ingin peserta yang datang tidak hanya ikut lomba, tetapi juga mengenal Gorontalo, menikmati wisatanya, mencicipi kulinernya, dan melihat produk-produk lokal,” ujar Warham.
Ia menambahkan identitas GHM juga menjadi perhatian dalam proses persiapan.
Menurutnya, masyarakat sudah memiliki rasa memiliki terhadap event tersebut sehingga setiap perubahan konsep maupun identitas harus dikomunikasikan dengan baik.
Peluncuran resmi GHM 2026 direncanakan berlangsung pada Agustus mendatang.
Meski demikian, Bank Mandiri mengusulkan agar rangkaian peluncuran juga digelar di Gorontalo sehingga masyarakat dapat ikut merasakan momentum tersebut sejak awal.
Warham menegaskan kolaborasi ini tidak mengurangi peran Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Pemerintah tetap bertanggung jawab pada dukungan kebijakan, perizinan, dan sosialisasi, sementara Bank Mandiri menangani aspek teknis penyelenggaraan.
Pada GHM 2026, penyelenggara membidik sekitar 10 ribu peserta, meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Untuk mencapai target itu, promosi akan diperluas melalui komunitas lari di berbagai daerah di Indonesia.
“Antusiasme komunitas lari sudah mulai terlihat meski promosi resmi belum berjalan penuh. Kami optimistis target peserta bisa tercapai,” katanya.
Jika terlaksana sesuai rencana, Gorontalo Half Marathon 2026 juga akan menjadi event marathon pertama yang diselenggarakan Bank Mandiri di Pulau Sulawesi.
“Ini menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi kami karena menjadi event pertama Bank Mandiri di Sulawesi,” ujarnya.
Selain menggandeng komunitas lari, Bank Mandiri juga menempatkan media lokal sebagai mitra strategis.
Menurut Warham, media memiliki peran penting dalam membangun komunikasi publik sekaligus menyampaikan perkembangan persiapan GHM kepada masyarakat.
“Kami ingin tumbuh bersama teman-teman media. Masukan sejak awal akan membuat penyelenggaraan GHM semakin matang,” katanya.
Warham berharap Gorontalo Half Marathon tidak hanya berkembang sebagai agenda olahraga tahunan, tetapi juga menjadi ikon sport tourism yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Gorontalo punya banyak potensi, mulai dari wisata, kuliner hingga budaya. Kami ingin peserta datang bukan hanya untuk berlari, tetapi juga membawa pulang pengalaman terbaik tentang Gorontalo,” katanya.












