Kabar

Karawo Tak Boleh Sekadar Festival, Idah Dorong Anak Muda Jadi Penerus

×

Karawo Tak Boleh Sekadar Festival, Idah Dorong Anak Muda Jadi Penerus

Sebarkan artikel ini
Para penerima hadiah berfoto bersama usai menerima penghargaan dalam rangkaian penutupan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 di GPCC, Minggu (13/9/2026)/Hibata.id
Para penerima hadiah berfoto bersama usai menerima penghargaan dalam rangkaian penutupan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 di GPCC, Minggu (13/9/2026)/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menutup Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 di Grand Palace Convention Center (GPCC), Minggu (13/9/2026), dengan mengajak generasi muda terus menjaga kreativitas dan melestarikan Karawo setelah festival berakhir.

Penutupan tersebut mengakhiri rangkaian GKK 2026 yang berlangsung selama tiga hari. Idah menegaskan berakhirnya festival tidak boleh menghentikan semangat berkarya yang tumbuh selama kegiatan.

“Setelah festival ini ditutup, jangan biarkan api kreativitas ini padam,” kata Idah.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan GKK 2026. Menurut dia, festival tersebut tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga mempertemukan budaya, kreativitas, pariwisata, ekonomi kreatif, serta keterlibatan generasi muda.

Baca Juga:  BRI Gorontalo Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Semangat Persatuan

Idah menilai berbagai kompetisi selama GKK turut membuka ruang bagi munculnya talenta-talenta muda Gorontalo.

“Festival ini bukan sekadar panggung pertunjukan. Lebih dari itu, di sini ditampilkan dan ditemukan talenta-talenta muda dengan berbagai macam kompetisi,” ujarnya.

Menurut Idah, ruang kreatif seperti GKK penting untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dan generasi muda menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi mereka.

Ia meminta peserta yang meraih juara tidak menjadikan penghargaan sebagai akhir dari proses belajar. Prestasi tersebut, kata dia, harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan dan menghasilkan karya yang lebih baik.

“Kemenangan hari ini bukan segalanya. Kalian harus mempertahankan, kalian harus memperjuangkan, jadikanlah yang terbaik,” katanya.

Baca Juga:  Melawan Pemecatan Sepihak: Dosen Siti Magfirah Adukan UMGO ke Ombudsman

Idah juga mendorong peserta yang belum meraih juara agar tetap mengembangkan kemampuan. Menurut dia, pengalaman mengikuti kompetisi merupakan bagian dari proses pembelajaran.

“Mampu dan mau tidak cukup. Tetapi keinginan yang besar dan belajar, belajar, belajar itu bisa menjadikan kalian sukses,” ujarnya.

500 Pelajar Ikut Mo Karawo

Idah turut menyoroti keterlibatan generasi muda dalam GKK 2026, termasuk sekitar 500 pelajar yang mengikuti kegiatan Mo Karawo.

Menurut dia, keterlibatan pelajar menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Karawo sebagai warisan budaya dan identitas Gorontalo.

Pelestarian Karawo, lanjut dia, tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Generasi muda perlu terlibat langsung agar mengenal, mempelajari, dan meneruskan tradisi tersebut.

Baca Juga:  Viral! Diduga Selingkuhan TikTokers 'Bang Gondrong' Dihujat Netizen Gorontalo

Karena itu, Idah mengajak generasi muda menjadikan Karawo sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus mengembangkan kreativitas untuk memperkenalkan Gorontalo kepada masyarakat yang lebih luas.

“Ibu bangga sekali kalian ikut partisipasi pada kegiatan ini. Mudah-mudahan tahun-tahun yang akan datang lebih banyak lagi dan kalian yang akan menjadi pemimpin masa depan,” kata Idah.

Pemprov Gorontalo berharap keterlibatan generasi muda dalam GKK terus meningkat sehingga festival tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang regenerasi bagi pelaku seni, budaya, dan ekonomi kreatif Gorontalo.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel