Kabar

Gorontalo Pasang Target Tinggi 2027: Ekonomi 6,7 Persen, Kemiskinan 11 Persen

×

Gorontalo Pasang Target Tinggi 2027: Ekonomi 6,7 Persen, Kemiskinan 11 Persen

Sebarkan artikel ini
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo saat menjelaskan arah pembangunan dan target dalam RAPBD 2027 di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, Minggu (13/9/2026)/Hibata.id
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo saat menjelaskan arah pembangunan dan target dalam RAPBD 2027 di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, Minggu (13/9/2026)/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Pemerintah Provinsi Gorontalo memasang target cukup tinggi untuk 2027.

Ekonomi dibidik tumbuh hingga 6,7 persen, sementara angka kemiskinan ingin ditekan hingga di bawah 11 persen.

Target lainnya tak kalah menantang. Tingkat pengangguran terbuka yang pada 2026 berada di angka 3,17 persen ditargetkan turun menjadi kurang dari 2,90 persen.

Sederet sasaran itu menjadi bagian dari arah pembangunan yang disiapkan Pemprov Gorontalo dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail membeberkan pokok-pokok RAPBD tersebut dalam konferensi pers di rumah dinas gubernur, Minggu (13/9/2026).

Menurut Gusnar, masyarakat perlu mengetahui isi dan arah RAPBD karena anggaran tersebut akan menentukan prioritas pembangunan Gorontalo selama satu tahun ke depan.

“RAPBD ini menjadi penting diketahui oleh seluruh masyarakat agar masyarakat bisa mengetahui pada tahun anggaran 2027, pembangunan ini akan mengarah ke mana dan apa yang ingin dituju dan apa yang ingin dicapai,” kata Gusnar.

Baca Juga:  Viral Chat Mesra Diduga Legislator Gorontalo, BK DPRD Akan Panggil ZN Usai Lebaran

Dari sejumlah indikator yang dipaparkan, target pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu yang paling mencolok.

Dokumen pembangunan mencantumkan pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada 2027 sebesar 5,74 persen. Namun, Pemprov memasang sasaran lebih tinggi, yakni pada kisaran 6,3 hingga 6,7 persen.

Target tersebut bukan tanpa pijakan. Ekonomi Gorontalo pada triwulan II 2026 tercatat tumbuh sekitar 6,20 persen, melampaui target pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,65 persen.

Capaian itu menjadi modal menuju 2027. Tantangannya adalah menjaga laju pertumbuhan tersebut sekaligus memastikan dampaknya terasa pada penurunan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

Pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Gorontalo dengan kontribusi lebih dari 30 persen. Kondisi itu sekaligus menunjukkan besarnya ketergantungan perekonomian daerah terhadap sektor tersebut.

Karena itu, ruang pertumbuhan tidak hanya diarahkan pada pertanian. Pemerintah juga melihat peluang dari hilirisasi, sektor galian dan pertambangan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kemiskinan Harus Ikut Turun

Baca Juga:  Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026, Ini Fakta yang Perlu Diketahui

Pertumbuhan ekonomi bukan satu-satunya angka yang dikejar.

Pemprov Gorontalo ingin membawa angka kemiskinan turun hingga di bawah 11 persen pada 2027.

Pada 2026, angka kemiskinan berada di kisaran 12,16 persen. Capaian tersebut sudah lebih rendah dibandingkan target sebesar 13,08 persen.

Pemerintah mencatat kemiskinan di Gorontalo menunjukkan tren penurunan sejak 2020 hingga 2026, termasuk pada indikator kemiskinan ekstrem.

Jika target di bawah 11 persen ingin dicapai pada 2027, maka pemerintah masih harus memangkas lebih dari satu poin persentase dari posisi 2026.

Di sinilah pertumbuhan ekonomi akan menghadapi ujian berikutnya: bukan sekadar mencatat angka tinggi, tetapi seberapa jauh pertumbuhan mampu berjalan beriringan dengan perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Pekerjaan rumah berikutnya berada pada sektor ketenagakerjaan.

Tingkat pengangguran terbuka Gorontalo pada 2026 berada di angka 3,17 persen. Pemprov menargetkannya turun menjadi kurang dari 2,90 persen pada 2027.

Dengan demikian, tiga indikator utama akan berjalan beriringan: ekonomi digenjot hingga 6,7 persen, kemiskinan ditekan di bawah 11 persen, dan pengangguran didorong turun di bawah 2,90 persen.

Baca Juga:  Wawali Kota Gorontalo Wakili Indonesia dalam Deklarasi AGMF di Kuala Lumpur

Gusnar menilai pencapaian berbagai target tersebut juga membutuhkan stabilitas daerah dan kepercayaan masyarakat terhadap arah pembangunan pemerintah.

“Ini tinggal kita bagaimana memadu menjaga situasi sehingga masyarakat percaya dan tidak perlu panik dan pemerintah bisa menjaga stabilisasi,” ujarnya.

Target pembangunan 2027 juga tidak berhenti pada tiga angka tersebut.

Pemprov Gorontalo membidik perbaikan rasio Gini, indeks pembangunan manusia dan indeks modal manusia.

Indikator tersebut berkaitan langsung dengan pemerataan, pendidikan, kesehatan serta kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, 2027 akan menjadi tahun pembuktian bagi sederet target yang dipasang Pemprov Gorontalo.

Pertumbuhan ekonomi menjadi penting, tetapi pekerjaan yang lebih besar adalah memastikan pertumbuhan tersebut ikut membuka lapangan kerja, menekan kemiskinan dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel