Hibata.id, Gorontalo – Jelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, Bank Indonesia (BI) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo menyiapkan langkah jitu.
Langkah ini demi menjaga harga pangan tetap terkendali, terutama cabai rawit yang rentan memicu inflasi di Gorontalo.
Sejumlah upaya disiapkan, mulai dari menambah pasokan cabai rawit dari Sulawesi Selatan hingga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, mengatakan penambahan pasokan menjadi langkah jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga.
“Dalam jangka pendek, strateginya adalah menambah pasokan untuk memenuhi kebutuhan di Gorontalo,”kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo, Bambang Setya Permana, saat Ngopi Bareng Insan Media (Piramida) KPw BI Provinsi Gorontalo, Rabu (28/10/2026).
Selain itu, BI dan TPID mendorong peremajaan tanaman yang terdampak cuaca ekstrem serta memperkuat produksi pangan lokal agar pasokan lebih terjaga.
TPID juga akan menggelar rapat koordinasi tingkat tinggi atau high-level meeting (HLM), yang biasanya dipimpin Gubernur Gorontalo.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan pasokan dan langkah antisipasi menghadapi peningkatan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru.
Melalui persiapan lebih awal, pemerintah daerah berharap ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan kenaikan harga pangan selama periode Nataru dapat diantisipasi.













