Hibata.id, Gorontalo – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pengelolaan kekayaan alam Indonesia secara mandiri.
Hal itu disampaikan saat meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (10/05/2026).
Di hadapan masyarakat pesisir, nelayan, hingga pejabat daerah yang hadir, Prabowo berbicara lugas soal masa depan Indonesia sebagai negara kaya sumber daya alam.
Namun, menurut dia, kekayaan itu tidak akan berarti apabila negara gagal mengelolanya secara serius dan berpihak kepada rakyat.
“Kita bangsa yang kaya. Yang penting sekarang kekayaan itu harus bisa kita kuasai dan kita kelola dengan baik,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa Indonesia selama ini kerap menghadapi persoalan klasik.
Yakni kekayaan alam melimpah tetapi kesejahteraan masyarakat di sejumlah daerah masih tertinggal, termasuk di kawasan pesisir.
Prabowo menilai penguasaan sumber daya alam tidak cukup hanya sebatas memiliki cadangan yang besar.
Negara, kata dia, harus mampu memastikan hasil kekayaan itu benar-benar kembali kepada rakyat melalui pembangunan, lapangan kerja, dan penguatan ekonomi lokal.
Ia juga menyinggung pentingnya kepemimpinan yang jujur dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Menurut Prabowo, kelalaian pemimpin dan budaya malas hanya akan membuka ruang bagi pihak luar untuk mengambil keuntungan dari kekayaan Indonesia.
“Kalau kita malas, kalau pemimpinnya tidak jujur atau seenaknya, maka kekayaan kita akan diambil oleh bangsa-bangsa lain,” ujarnya.
Pidato itu disampaikan saat pemerintah meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, program yang digagas untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kualitas kawasan nelayan.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi proyek seremonial, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan nelayan, mulai dari akses ekonomi, fasilitas pendukung, hingga kepastian pasar hasil tangkapan.
Peresmian KNMP juga menjadi simbol bahwa pembangunan sektor kelautan mulai mendapat perhatian lebih besar. Terlebih, Gorontalo dikenal memiliki potensi perikanan dan kelautan yang cukup besar di kawasan timur Indonesia.
Meski begitu, tantangan utama tetap berada pada konsistensi kebijakan dan pengawasan di lapangan agar program pembangunan pesisir tidak berhenti sebatas peresmian, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat nelayan.













