- SDGs Center UNG mengajak mahasiswa menciptakan inovasi digital berbasis potensi daerah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Gorontalo.
- Puluhan mahasiswa UNG mengikuti pelatihan SDGs dan inovasi digital guna melahirkan solusi kreatif bagi kebutuhan masyarakat.
- Kolaborasi SDGs Center UNG, GIZ, dan Sekretariat SDGs Gorontalo mendorong generasi muda menghadirkan inovasi sosial berbasis teknologi.
Hibata.id, Gorontalo – SDGs Center Universitas Negeri Gorontalo terus mendorong peran aktif mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pelatihan bertema inovasi digital dan potensi daerah.
Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan GIZ dan Sekretariat SDGs Provinsi Gorontalo pada Kamis (7/5) itu diikuti 24 mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UNG.
Mengangkat tema “Inovasi Berbasis Digitalisasi dan Potensi Keunggulan Daerah sebagai Upaya Mahasiswa dalam Mendorong Pencapaian Target SDGs”, pelatihan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus mengembangkan ide-ide kreatif yang bisa diterapkan langsung di masyarakat.
Mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi tentang Sustainable Development Goals (SDGs), tetapi juga diajak memahami bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan di daerah.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta berdiskusi, bertukar ide, hingga mempelajari cara membangun program inovasi sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta adalah pengenalan program Innovillage. Program ini merupakan wadah pengembangan sekaligus pendanaan inovasi sosial mahasiswa berbasis teknologi.
Lewat sesi tersebut, mahasiswa belajar menyusun proposal program yang kreatif, solutif, dan memiliki dampak sosial berkelanjutan.
Kegiatan semakin hidup ketika mahasiswa penerima pendanaan Innovillage membagikan pengalaman mereka saat menjalankan program di lapangan. Mulai dari proses menyusun ide, menghadapi tantangan, hingga menjaga keberlanjutan program setelah mendapatkan pendanaan.
Cerita pengalaman itu menjadi motivasi tersendiri bagi peserta. Mereka melihat bahwa mahasiswa juga memiliki peluang besar untuk menghadirkan solusi nyata melalui inovasi sederhana yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Selain mengikuti pelatihan, peserta juga diberi kesempatan menyusun karya tulis ilmiah terkait implementasi SDGs, digitalisasi, dan pengembangan potensi unggulan daerah.
Dari hasil penilaian dewan juri, tiga mahasiswa berhasil keluar sebagai pemenang lomba karya tulis ilmiah, yakni:
- Rayyan Zulfanifalh Lasanuddin — Juara I
- Nalar Fakhrurozi Moridu — Juara II
- Moh. Aditya Maulana Daud — Juara III
Melalui kegiatan ini, SDGs Center UNG menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dan pengembangan kapasitas generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Gorontalo.
Kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan mitra pembangunan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak inovasi berbasis digital yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target SDGs di Indonesia.













