Kabar

Posko Karhutla Pertama di Pohuwato Berdiri di Taluditi

×

Posko Karhutla Pertama di Pohuwato Berdiri di Taluditi

Sebarkan artikel ini
Kecamatan Taluditi menjadi wilayah pertama di Kabupaten Pohuwato yang membentuk Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). (Foto: istw)
Kecamatan Taluditi menjadi wilayah pertama di Kabupaten Pohuwato yang membentuk Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). (Foto: istw)

Hibata.id — Kecamatan Taluditi menjadi wilayah pertama di Kabupaten Pohuwato yang membentuk Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Posko ini dibentuk untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran di tengah musim kemarau.

Pembentukan posko tersebut menjadi bagian dari kegiatan Sosialisasi dan Sinergi Karhutla 2026 yang melibatkan PT Loka Indah Lestari (LIL), BSG, Tani Merdeka Indonesia, serta Koperasi Sawit Taluditi Sukses (STS) sebagai mitra PT LIL. Kegiatan berlangsung di Kantor Polsek Taluditi, Kabupaten Pohuwato, Selasa, 1 September 2026.

Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Taluditi Irfan Lalu, Kapolsek Taluditi, Danramil Marisa Lettu Arifin, pihak BSG Randangan, kepala desa Panca Karsa II, Mekarti Jaya, dan Puncak Jaya, serta jajaran Koperasi STS. PT LIL diwakili Manager Legal, Humas, dan Kemitraan Achmad Afandi.

Camat Taluditi Irfan Lalu mengatakan pembentukan posko menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi dalam mencegah dan menangani Karhutla.

Menurut dia, ancaman kebakaran hutan dan lahan tidak dapat ditangani oleh satu institusi. Pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, pemerintah desa, koperasi, organisasi masyarakat, hingga warga perlu bergerak bersama.

Baca Juga:  Ekonomi Indonesia 2025 Diproyeksi Tumbuh 5,1%, Tantangan Masih Mengintai

Irfan mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam pembentukan posko tersebut.

“Untuk itu saya menyampaikan apresiasi kepada Polsek Taluditi, Koramil Marisa, PT LIL, BSG, Tani Merdeka Indonesia dan pemerintah desa di Kecamatan Taluditi, serta koperasi yang ikut membentuk posko Karhutla guna mengantisipasi Karhutla di Taluditi,” kata Irfan.

Ia berharap posko tersebut tidak berhenti sebagai simbol kesiapsiagaan. Posko harus menjadi pusat koordinasi untuk memantau potensi kebakaran dan mempercepat respons ketika terjadi kebakaran.

Irfan juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Terlebih, kondisi kemarau membuat api lebih mudah menyebar.

“Saya menyambut baik kolaborasi ini dan semoga niat baik ini mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Taluditi. Saya juga berharap tidak ada yang membakar lahan di tengah kondisi saat ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Paket MBG Ramadhan di Pohuwato Tuai Kritik, Anggaran Diminta Diperjelas

Manager Legal, Humas, dan Kemitraan PT LIL Achmad Afandi mengatakan keterlibatan perusahaan merupakan bentuk komitmen untuk ikut mencegah dan menangani Karhutla.

Menurut Achmad, dampak Karhutla tidak selalu berhenti di wilayah tempat kebakaran terjadi. Persoalan tersebut dapat berkembang menjadi perhatian yang lebih luas.

“Karhutla ini bukan hanya persoalan lokal, tetapi sudah menjadi persoalan internasional. Kita bisa melihat bagaimana negara seperti Jepang dan Malaysia turut memberikan perhatian dan membantu penanganan Karhutla di Indonesia,” kata Achmad.

Ia mengatakan keterlibatan PT LIL merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan perusahaan agar ikut bersinergi dalam penanggulangan Karhutla.

“Dari hasil rapat direksi, pimpinan kami mengarahkan agar perusahaan ikut membersamai kegiatan penanggulangan Karhutla karena ini merupakan hal yang penting,” ujarnya.

Achmad mengatakan kesiapan menghadapi Karhutla tidak hanya berkaitan dengan personel di lapangan. Sarana dan prasarana, administrasi, serta kesiapan operasional juga harus dipastikan.

“Dari sisi kesiapan, baik sarana dan prasarana, administrasi maupun kesiapan fisik di lapangan, kami sudah siap. Untuk menjaga kesinambungan, tentu diperlukan kebersamaan dan komitmen kita bersama,” kata dia.

Baca Juga:  Wakil Bupati Nasir Akui Konflik Agraria Banyak Terjadi di Buol, Termasuk di PT HIP

Sebagai dukungan konkret, PT LIL memberikan dukungan anggaran untuk kebutuhan operasional Posko Karhutla di Kecamatan Taluditi. Perusahaan juga ikut membantu penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung pencegahan serta penanganan kebakaran.

Keterlibatan itu menjadi bagian dari upaya PT LIL untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, pemerintah desa, koperasi, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Dengan terbentuknya Posko Karhutla pertama di Kabupaten Pohuwato, kesiapsiagaan di Kecamatan Taluditi diharapkan semakin kuat. Koordinasi antarpihak juga diharapkan dapat mempercepat penanganan setiap potensi kebakaran sebelum api meluas.

Sebab, menghadapi Karhutla di tengah musim kemarau bukan sekadar soal memadamkan api setelah kebakaran terjadi. Yang lebih penting adalah mencegah api membesar sejak awal.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel