Kabar

QRISFest, BI Gorontalo Catat 147 Ribu Transaksi Digital dalam Tiga Hari

×

QRISFest, BI Gorontalo Catat 147 Ribu Transaksi Digital dalam Tiga Hari

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, memaparkan capaian penyelenggaraan BAHAGIA QRISFest 2026, termasuk realisasi 147 ribu transaksi QRIS/Hibata.id
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, memaparkan capaian penyelenggaraan BAHAGIA QRISFest 2026, termasuk realisasi 147 ribu transaksi QRIS/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Siapa sangka, suara pemindai QRIS tampaknya lebih sibuk daripada suara kasir menghitung uang tunai.

Selama tiga hari penyelenggaraan BAHAGIA QRISFest 2026, Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo mencatat 147 ribu transaksi digital.

Sementara 3.000 tiket konser Toton Caribo ludes diburu masyarakat melalui belanja menggunakan QRIS.

Festival yang berlangsung di Sport Center GOR David Tony Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada 17–19 Juli 2026 itu tidak hanya menghadirkan hiburan.

Tetapi juga menjadi panggung bagi pelaku UMKM untuk merasakan lonjakan transaksi non-tunai. Bayangkan, sekitar 6.500 pengunjung memadati area festival selama event berlangsung.

Baca Juga:  BI Gorontalo Targetkan Zona KHAS hingga Lingkungan Kampus dan Sekolah

Mereka datang bukan sekadar menikmati konser, melainkan berburu kuliner, produk lokal, hingga memanfaatkan berbagai layanan publik yang disediakan selama kegiatan berlangsung.

Bank Indonesia mencatat, selain menghasilkan 147 ribu transaksi QRIS, festival tersebut juga melahirkan sekitar 1.600 pengguna baru QRIS dan 1.100 merchant baru yang kini menerima pembayaran digital.

Data tersebut menunjukkan penggunaan QRIS di Gorontalo terus meningkat seiring bertambahnya masyarakat yang memilih pembayaran praktis tanpa uang tunai.

BAHAGIA QRISFest 2026 merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, BKKBN Provinsi Gorontalo, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Gorontalo, serta Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD).

Baca Juga:  Jabatan dan Kepangkatan Perwira Tinggi di Lingkungan Mabes TNI dan TNI AD

Selain edukasi transaksi digital, masyarakat mengikuti berbagai kegiatan seperti kompetisi, donor darah, layanan publik, hingga penukaran uang logam.

Momentum digitalisasi tersebut juga memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM. Bank Indonesia mencatat sejak peluncuran QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 pada ajang PENAS XVII, 21 Juni 2026, hingga berakhirnya QRISFest pada 19 Juli 2026, transaksi pada merchant Local Legend mencapai sekitar Rp1,26 miliar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana mengatakan, kolaborasi antara promosi UMKM, hiburan, dan pembayaran digital terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Konser Kotak yang Dilaksanakan Bawaslu Gorontalo Bakal Diguyur Hujan

“Hasil ini menunjukkan bahwa promosi UMKM yang dipadukan dengan hiburan dan sistem pembayaran digital mampu meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus memperluas penggunaan transaksi non-tunai di Gorontalo,” kata Bambang.

Ia mengatakan Bank Indonesia akan terus memperluas penggunaan QRIS agar semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha memanfaatkan pembayaran digital yang aman, praktis, dan efisien.

Menurut dia, keberhasilan BAHAGIA QRISFest 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif di Gorontalo.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel