Hibata.id, Gorontalo – Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi.
Berdasarkan data Wise.com hingga pukul 10.52 WIB, kurs rupiah berada di level Rp17.936,5 per dolar AS, turun tipis dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp17.935 per dolar AS.
Pelemahan tersebut hanya sekitar 1,5 poin atau 0,01 persen, sehingga pergerakan rupiah masih relatif stabil meski belum mampu keluar dari tekanan dolar AS.
Selama sesi perdagangan pagi, kurs USD/IDR bergerak di kisaran Rp17.917,4 hingga Rp18.024 per dolar AS.
Posisi itu menunjukkan rupiah masih bertahan di sekitar level psikologis Rp18.000 per dolar AS yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian pelaku pasar.
Data Wise.com juga mencatat nilai pembukaan perdagangan berada di level Rp17.935 per dolar AS atau sama dengan posisi penutupan sebelumnya.
Seiring berjalannya perdagangan pagi, dolar AS menguat tipis terhadap mata uang Indonesia.
Rupiah Masih Tertekan
Meski pelemahannya terbatas, posisi rupiah menunjukkan tekanan dari dolar AS masih belum mereda.
Pergerakan kurs saat ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sentimen pasar global, arus modal, hingga perkembangan ekonomi domestik.
Bagi pelaku usaha dan investor, nilai tukar rupiah menjadi salah satu indikator penting untuk membaca arah pasar keuangan dalam jangka pendek.
Tren Dolar AS Masih Menguat
Jika melihat pergerakan dalam beberapa periode terakhir, dolar AS masih mencatat tren penguatan terhadap rupiah.
Dalam sepekan terakhir, pasangan USD/IDR naik sekitar 1,24 persen. Selama satu bulan, kenaikannya mencapai 1,07 persen.
Penguatan dolar juga terlihat dalam jangka yang lebih panjang. Selama tiga bulan terakhir, USD/IDR meningkat sekitar 6 persen.
Kemudian naik 6,98 persen dalam enam bulan, dan mencapai 10,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tren tersebut menunjukkan nilai tukar rupiah masih lebih lemah dibandingkan posisi pada pekan, bulan, maupun tahun sebelumnya.
Dekat Level Tertinggi Setahun
Berdasarkan data Wise.com, pergerakan USD/IDR dalam 52 minggu terakhir berada pada kisaran Rp16.085 hingga Rp18.197,5 per dolar AS.
Dengan posisi saat ini di Rp17.936,5 per dolar AS, rupiah masih berada cukup dekat dengan level tertinggi dalam setahun terakhir.
Kondisi itu membuat pelaku pasar terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan kurs pada perdagangan berikutnya.













