Pohuwato, Hibata.id – Rumah Adnan Mbuinga alias Haji Pulu di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, terlihat sepi pada Rabu (30/9/2026).
Hal itu berdasarkan Pantauan Hibata.id sehari setelah kediamannya di Kota Gorontalo digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sekitar pukul 11.30 WITA, tidak terlihat aktivitas mencolok di rumah Adnan Mbuinga di Kecamatan Marisa.
Kondisi ini berbeda dengan kediamannya yang berada di Jalan Palu, Kelurahan Liluwo, Kota Gorontalo kemarin.
Rumah tersebut didatangi penyidik KPK pada Selasa (29/9/2026) untuk menjalani penggeledahan.
Penggeledahan berlangsung sekitar lima jam, mulai pukul 15.00 WITA hingga sekitar pukul 19.00 WITA.
Sejumlah personel Brimob terlihat berjaga di sekitar rumah selama proses penggeledahan berlangsung.
Setelah menyelesaikan penggeledahan, sejumlah penyidik KPK terlihat meninggalkan lokasi dengan membawa sebuah koper dari dalam rumah.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, koper tersebut diduga berisi sejumlah berkas atau dokumen yang berkaitan dengan perkara dugaan korupsi yang tengah disidik KPK.
Namun, hingga penggeledahan selesai, belum ada keterangan resmi KPK mengenai isi koper maupun barang yang diamankan dari rumah tersebut.
Karena itu, informasi mengenai isi koper dan dokumen yang dibawa penyidik masih sebatas informasi awal berdasarkan pantauan di lapangan.
Di tengah proses penggeledahan, salah seorang yang berada di rumah Adnan mengatakan bahwa Haji Pulu tidak ditahan dan masih berada di dalam rumah.
“Tidak ditahan, masih ada di dalam rumah,” ujar sumber tersebut saat ditemui di lokasi.
Hingga penyidik meninggalkan rumah sekitar pukul 19.00 WITA, belum ada keterangan resmi KPK yang menyebut Adnan Mbuinga telah ditahan ataupun ditetapkan sebagai tersangka.
Penggeledahan tersebut berlangsung di tengah pengembangan penyidikan perkara dugaan korupsi yang berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena.
Meski demikian, sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi KPK yang menjelaskan hubungan Adnan Mbuinga dengan perkara tersebut, termasuk status hukum maupun perannya dalam perkara yang sedang disidik.
Mengenal Haji Pulu
Adnan Mbuinga dikenal di Kabupaten Pohuwato sebagai seorang pengusaha yang antara lain bergerak di bidang konstruksi.
Namanya juga pernah muncul dalam sejumlah pemberitaan terkait dinamika sosial dan politik di Kabupaten Pohuwato.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Hibata.id, nama Adnan Mbuinga disebut dalam sejumlah pemberitaan pada 2023 dan 2024 sebagai salah satu tokoh yang diperhitungkan dalam dinamika politik daerah.
Sejumlah pemberitaan bahkan menggunakan istilah seperti “king maker” atau “panglima” untuk menggambarkan pengaruh sosial dan politiknya.
Namun, istilah tersebut merupakan penyebutan dalam pemberitaan dan bukan jabatan resmi dalam pemerintahan.
Ayah Ketua Komando Pohuwato
Adnan Mbuinga merupakan ayah dari Zulviana Mbuinga, yang dikenal sebagai Ketua Komando Pohuwato.
Adnan Mbuinga juga diketahui merupakan kakak kandung Saipul A. Mbuinga, yang menjabat sebagai Bupati Pohuwato periode 2025–2030.
Selain Saipul, Adnan juga merupakan kakak kandung Syarif Mbuinga, mantan Bupati Pohuwato yang kini menjabat sebagai anggota DPD RI dari daerah pemilihan Gorontalo.
Keterkaitan keluarga tersebut juga terlihat dalam sejumlah momentum politik di Kabupaten Pohuwato.
Pada 27 Agustus 2024, pasangan Saipul A. Mbuinga dan Iwan Sjafruddin Adam diketahui berangkat dari kediaman Adnan sebelum mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Pohuwato dalam rangka Pilkada Pohuwato 2024.
Kediaman Adnan menjadi salah satu titik dalam rangkaian kegiatan pasangan tersebut menjelang proses pendaftaran.
Fakta tersebut menunjukkan adanya hubungan keluarga dan kegiatan politik yang berlangsung di kediaman Adnan.
Namun, fakta tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan Adnan dalam perkara yang sedang ditangani KPK.
Penggeledahan rumah Adnan Mbuinga merupakan bagian dari proses penyidikan yang sedang dilakukan KPK dalam pengembangan perkara dugaan korupsi di Kabupaten Bolmut.
Namun, penggeledahan tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Hingga berita ini diterbitkan belum diketahui secara pasti dokumen, uang, perangkat elektronik, maupun barang lainnya yang diamankan penyidik dari rumah Adnan.
KPK juga belum memberikan keterangan resmi mengenai hubungan Adnan Mbuinga alias Haji Pulu dengan perkara tersebut, termasuk status hukum maupun perannya.
Dengan demikian, keterkaitan Adnan Mbuinga dengan perkara dugaan korupsi Bolmut masih menunggu penjelasan resmi dari KPK.
Perkembangan mengenai hasil penggeledahan, barang bukti yang diamankan, serta status hukum pihak-pihak yang diperiksa selanjutnya masih menunggu keterangan resmi lembaga antirasuah.












