Hibata.id, Gorontalo – Direktur Rumah Sakit ZUS Gorontalo Utara, dr. Mohammad Ardiansyah, M.Kes, menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Rabu (25/06/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian PENAS XVII yang selama beberapa hari mempertemukan ribuan petani, nelayan, penyuluh pertanian.
Selain itu ada pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan penguatan sektor pangan nasional.
Puncak acara berlangsung meriah dengan kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang secara langsung menutup agenda nasional tersebut.
Kehadiran kepala negara menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian, perikanan, serta ketahanan pangan sebagai bagian dari pembangunan nasional.
Di sela kegiatan, dr. Mohammad Ardiansyah menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan PENAS XVII di Provinsi Gorontalo.
Menurutnya, ajang nasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antardaerah dalam meningkatkan daya saing sektor pertanian dan perikanan.
“Kami merasa bangga dapat hadir dan menyaksikan langsung puncak pelaksanaan PENAS XVII. Kehadiran Presiden pada acara penutupan menjadi bukti besarnya perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan nasional. Semoga semangat yang lahir dari PENAS ini dapat mendorong kemajuan petani dan nelayan Indonesia,” ujar dr. Mohammad Ardiansyah, M.Kes.
Ia menilai keberhasilan Gorontalo menjadi tuan rumah PENAS XVII menunjukkan kapasitas daerah dalam menyelenggarakan agenda berskala nasional dengan melibatkan peserta dari berbagai provinsi.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat jejaring antarpelaku sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga membuka ruang pertukaran teknologi, inovasi, serta praktik terbaik yang dapat diterapkan di berbagai daerah.
Selain menjadi wadah berbagi pengetahuan, PENAS XVII juga mempererat sinergi antara petani, nelayan, pemerintah, akademisi, dan dunia usaha dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Berakhirnya PENAS XVII sekaligus menjadi catatan positif bagi Gorontalo sebagai tuan rumah.
Selain sukses menyelenggarakan agenda nasional, daerah ini juga berkesempatan memperkenalkan potensi pertanian, perikanan, pariwisata, serta kekayaan budaya kepada ribuan peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.













