“Dua anak diduga membakar selembar kertas. Api kemudian menjalar ke lemari berisi buku hingga menyebabkan kobaran api semakin besar,” kata Kapolres.
Akibat kejadian itu, sejumlah fasilitas sekolah ludes terbakar, antara lain satu meja siswa, satu meja guru, satu kursi siswa, serta pintu penghubung kelas. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp7 juta.
Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini meninggalkan trauma bagi warga sekitar, terutama murid-murid yang sempat berada di lokasi sebelum kebakaran terjadi.
“Polisi telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mendalami penyebab kebakaran lebih lanjut,” tambahnya.
Kebakaran fasilitas pendidikan di daerah kerap menimbulkan kepanikan karena dapat mengganggu proses belajar mengajar sekaligus menelan kerugian besar.
Pemerintah daerah dan pihak sekolah diingatkan agar memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di lingkungan sekolah.
Polres Pohuwato meminta orang tua dan masyarakat meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kita semua punya tanggung jawab menjaga keamanan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak kita,” tegas Busroni.










