Hibata.id – Suasana kantor DPD Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Sumatera Selatan di Palembang tampak lebih ramai dari biasanya pada Senin, 8 Desember 2025.
Siang itu, sebuah keputusan penting diambil—keputusan yang kelak membuka pintu baru bagi penguatan jurnalisme siber di Kabupaten Banyuasin.
Di ruangan sederhana namun penuh dinamika itu, M. Noto Prayitno menerima sebuah dokumen yang tidak hanya berisi tugas, tetapi juga harapan.
Melalui Surat Mandat bernomor 012/PJS/DPD/Mandat/XII/2025, DPD PJS Sumsel secara resmi menugaskannya membentuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PJS Banyuasin.
Penyerahan mandat dilakukan langsung oleh Ketua DPD PJS Sumsel Edi Triono, ST, didampingi Sekretaris Wahyudi dan Wakil Sekretaris Yakub. Ketiganya hadir bukan sekadar untuk menyerahkan dokumen, tetapi juga memberikan dukungan moral.
“Pembentukan DPC PJS Banyuasin diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi jurnalis siber, terutama dalam menguatkan profesionalisme serta menjaga marwah kebebasan pers yang beretika,” ujar Edi, memberi penegasan mengenai arah organisasi.
Mandat itu menempatkan Noto—yang berdomisili di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan—sebagai Ketua DPC PJS Banyuasin. Ia memegang kompas baru untuk membangun wadah jurnalis siber yang lebih kuat di daerahnya.
Tiga Tugas, Satu Misi Besar
Di dalam dokumen itu, tersusun tiga tugas utama yang harus diselesaikan dalam waktu 30 hari. Noto diminta membentuk struktur kepengurusan, menghimpun sedikitnya lima jurnalis aktif yang belum terafiliasi dengan organisasi konstituen Dewan Pers, dan menyampaikan laporan resmi kepada DPD PJS Sumsel.
Tugas-tugas itu tidak sederhana. Namun mata Noto terlihat tegas ketika menerima dokumen. Ia memahami betul bahwa pembentukan DPC bukan soal administrasi semata, tetapi tentang menghidupkan ruang kolaborasi bagi para jurnalis siber di Banyuasin.
Setelah menerima mandat, Noto menghela napas kecil, lalu menyampaikan komitmennya. Suaranya tenang, namun ada keyakinan kuat dalam setiap kata.
“Ini amanah besar yang akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Dalam waktu dekat kami akan membentuk struktur kepengurusan dan merangkul jurnalis siber yang memiliki komitmen pada profesionalisme dan integritas,” ucapnya.
Baginya, Banyuasin membutuhkan wadah yang mampu menghubungkan jurnalis dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga komunitas masyarakat. Melalui organisasi yang kuat, ia yakin informasi publik dapat tersampaikan secara akurat, jernih, dan berimbang.
Di balik mandat ini, tersimpan optimisme besar dari DPD PJS Sumsel. Mereka melihat Banyuasin sebagai wilayah dengan dinamika informasi yang kian tumbuh—tempat di mana jurnalis siber memegang peran penting dalam menjaga arus berita tetap sehat dan bertanggung jawab.
Keputusan menugaskan Noto bukan sekadar penunjukan personal, melainkan strategi untuk mempertegas eksistensi PJS sebagai organisasi yang membina, melatih, dan memperkuat kapasitas jurnalis media daring.
Dengan mandat tersebut, perjalanan pembentukan DPC PJS Banyuasin resmi dimulai. Langkah pertama sudah diambil, dan dalam waktu dekat struktur organisasi itu diharapkan berdiri kokoh serta mampu menjalankan amanat AD/ART PJS secara profesional.
Di tangan Noto Prayitno, sebuah babak baru bagi jurnalis siber Banyuasin kini mulai ditulis.













