Hibata.id – Lapak kopi yang menjamur di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kotamobagu, Kota Kotamobagu, kini menjadi ruang ekonomi kreatif baru bagi anak muda. Sejak akhir 2025, kawasan itu ramai dikunjungi warga, terutama pada malam hari, sekaligus membuka peluang usaha dengan omzet yang cukup menjanjikan.
Salah satu pelaku usaha kopi di lokasi tersebut, Debby Tahir, 25 tahun, mengatakan ia mulai berjualan sejak November 2025. Menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap lapak kopi sederhana yang mereka kelola cukup tinggi.
“Torang ba jual so dari November tahun 2025,” ujar Debby saat ditemui di lapaknya, Senin, 2 Februari 2026.
Debby menuturkan aktivitas berjualan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Biasanya, lapak dibuka setiap malam Kamis dan malam Minggu. Namun, jika cuaca mendukung, mereka juga membuka lapak pada hari lain.
“Torang ba jual tiap malam Kamis deng malam Minggu. Tapi kalau tidak hujan, torang ba jual juga di hari lain,” katanya.
Dari usaha tersebut, Debby mengaku bisa memperoleh omzet hingga sekitar Rp1 juta dalam satu kali berjualan. Menurut dia, usaha lapak kopi menjadi peluang ekonomi yang cukup potensial bagi anak muda di Kotamobagu.
Menjamurnya lapak kopi di Jalan Ahmad Yani tak hanya membuka peluang pendapatan bagi pelaku usaha muda. Aktivitas itu juga menghadirkan ruang publik alternatif yang hidup pada malam hari dan memperkuat geliat ekonomi kreatif lokal.
Fenomena tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Kotamobagu di bawah kepemimpinan Wali Kota Weny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat dalam mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pada Oktober 2025, pemerintah kota menyalurkan bantuan sarana usaha kepada 60 pelaku UMKM yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner, bengkel, tata rias, hingga warung kecil. Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing pelaku usaha lokal.
Selain bantuan peralatan, pemerintah daerah juga memberikan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan melalui program “UMKM Naik Kelas”.
Pemerintah turut membuka akses pasar dan permodalan dengan menjalin komunikasi dengan Kementerian UMKM serta memperkuat sinergi pusat–daerah melalui dukungan anggota DPR RI dan optimalisasi peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Langkah itu diarahkan untuk mendorong berkembangnya ekonomi kreatif, termasuk usaha kopi dan kuliner khas Kotamobagu, agar mampu tumbuh berkelanjutan dan menjadi penopang ekonomi daerah.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan kreativitas generasi muda, lapak kopi di Jalan Ahmad Yani kini dinilai sebagai salah satu contoh potensi UMKM urban yang dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari wajah ekonomi baru Kota Kotamobagu.












