Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo mematangkan persiapan pawai takbiran dan obor yang akan digelar pada malam Idulfitri. Salah satu langkahnya melalui rapat koordinasi bersama kepolisian, Selasa, 17 Maret 2026.
Rapat berlangsung di Markas Polresta Gorontalo dan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, Kapolresta Gorontalo Suryono, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah, termasuk Kepala Dinas Perhubungan Hermanto Saleh dan Kasatpol PP Marwan Saleh.
Pembahasan rapat difokuskan pada penentuan rute pawai dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan. Pawai takbiran tahun ini melibatkan peserta berjalan kaki dengan obor serta kendaraan hias.
Dalam rapat disepakati, rute peserta pejalan kaki tidak diperpanjang hingga Bundaran Saronde. Keputusan ini diambil untuk menghindari potensi risiko, terutama karena rombongan obor dinilai rawan jika melintas di dekat stasiun pengisian bahan bakar. Rute pejalan kaki dibatasi hingga kawasan Darul Arqam.
Selain itu, potensi kemacetan menjadi perhatian utama. Sejumlah titik rawan seperti Jalan Agus Salim, kawasan Universitas Negeri Gorontalo, rumah sakit daerah, hingga jalur menuju pusat perbelanjaan dipetakan sebagai area yang perlu pengawasan ketat.
Kepolisian mengakui keterbatasan personel lalu lintas. Karena itu, pengaturan di lapangan akan melibatkan Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja.
Untuk pawai kendaraan, jumlah peserta juga dibatasi. Panitia hanya mengizinkan sekitar 30 hingga 40 kendaraan hias, tanpa tambahan rombongan di luar daftar resmi.
Sementara itu, pawai takbiran tetap digelar di sembilan kecamatan dengan pengaturan lebih rinci, mulai dari titik awal hingga akhir, guna mencegah penumpukan massa.
“Mulai dari titik start hingga finis sudah dirancang agar tidak menumpuk di satu titik,” kata Hermanto.
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap pawai takbiran tetap berlangsung meriah, namun tetap aman dan tertib, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat di jalan.















