Hibata.id – Biasanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sibuk mengurusi bau sampah yang menyengat. Namun kali ini, ada aroma lain yang jauh lebih tajam tercium hingga ke kantor Kejaksaan Negeri Pohuwato.
Ya, apalagi kalau bukan aroma dugaan korupsi anggaran operasional yang diduga bocor halus di telinga APH.
Senin (13/4/2026) kemari, suasana di kantor DLH mungkin sedikit lebih tegang dari biasanya.
Satu per satu pejabat penting—mulai dari Kasubag Keuangan, Bendahara sakti tahun 2025, hingga Ketua Pemeriksa Barang—terpaksa wisata hukum ke ruang penyidik Pidana Khusus (Pidsus).
Apa sih yang dicari jaksa? Kabarnya, penyelidikan ini berpusat pada urusan perut kendaraan dinas, yakni Bahan Bakar Minyak (BBM) dan suku cadang.
Entah kendaraannya yang terlalu haus atau anggarannya yang menguap sebelum masuk tangki, yang jelas jaksa sedang mencium ada yang tidak beres di sana.
Selain itu, urusan pengangkatan sopir dan biaya operasional lainnya juga ikut masuk radar pemeriksaan.
Di tengah hiruk-pikuk bawahannya yang mulai bolak-balik ke kejaksaan, Kepala DLH Pohuwato, Sumitro Monoarfa, tampak tetap tenang—atau mungkin mencoba tenang.
Saat ditemui Hibata.id di Kantor DPRD Pohuwato, ia mengonfirmasi bahwa pasukannya memang sedang dimintai keterangan.
“Kayaknya mereka sudah dipanggil, iya beberapa orang. Kalau saya, belum dipanggil,” singkatnya.
Kalimat belum dipanggil ini tentu mengandung sejuta makna. Apakah memang aman, atau hanya tinggal menunggu giliran surat cinta dari jaksa datang?
Pidsus Mulai Cicil Pemeriksaan
Sementara itu, gedung Kejaksaan mulai terlihat sibuk. Meski sudah banyak nama yang masuk daftar panggil, ternyata baru sedikit yang menampakkan batang hidungnya.
“Baru dua orang yang datang,” ujar petugas pelayanan Kejaksaan dengan santai.
Sepertinya, penyidik Pidsus harus lebih bersabar menanti antrean para pejabat DLH yang mungkin sedang menyiapkan “jurus” klarifikasi terbaik mereka.
Hingga berita ini diturunkan, status mereka semua masih sebagai saksi.
Jadi, mari kita pantau terus, apakah kasus ini akan berakhir bersih sebersih lingkungan yang mereka kelola, atau malah bakal ada yang resmi “pindah alamat” ke hotel prodeo?












