Hibata.id, Gorontalo – PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) memperkuat upaya pelestarian Burung Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix) melalui program konservasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Program yang dirancang hingga 2029 tersebut memadukan kegiatan konservasi satwa endemik Sulawesi dengan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan lingkungan, penelitian, penguatan kelembagaan lokal, hingga pengembangan potensi ekonomi berbasis konservasi.
Manager PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo, Adi Nugroho, mengatakan program tersebut merupakan implementasi komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip ESG melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan menjaga keandalan pembangkit, tetapi juga memastikan perusahaan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Bersama UMGo dan masyarakat, kami membangun fondasi konservasi yang menjaga habitat Julang Sulawesi sekaligus menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan,” kata Adi.
Ia menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan telah disusun dalam peta jalan hingga 2029. Tahapan program meliputi penguatan data ilmiah, pendidikan konservasi, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan eduekowisata sebagai bentuk keberlanjutan program.
Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Dr. Salahudin Pakaya, menilai keberhasilan konservasi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar dampaknya dapat dirasakan secara luas.
Menurut dia, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan hasil riset yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.
“Prinsip ESG akan memberikan dampak nyata ketika diterapkan melalui program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga mendorong pendidikan konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan keanekaragaman hayati,” ujarnya.
UMGo, lanjut Salahudin, berkomitmen mendukung setiap tahapan program mulai dari penyusunan kajian ilmiah hingga pendampingan kegiatan di lapangan.
Program konservasi tersebut telah menjalankan berbagai kegiatan, antara lain survei sosial-ekologi, pendidikan konservasi di sekolah, pembentukan SMART PATROL, serta pembangunan Laboratorium Lapangan Konservasi yang difungsikan sebagai pusat pembelajaran dan penelitian.
Assistant Manager Business Support PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo, Reynold Gobel, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program konservasi.
“Kami mendorong konservasi menjadi gerakan bersama. Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia usaha akan menghasilkan dampak yang lebih luas, baik bagi lingkungan maupun peningkatan kapasitas masyarakat,” katanya.
Menurut Reynold, pelatihan SMART PATROL, survei sosial, pendidikan konservasi, dan pembangunan Laboratorium Lapangan Konservasi disiapkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga habitat Julang Sulawesi.
Kolaborasi PLN Nusantara Power dan Universitas Muhammadiyah Gorontalo diharapkan menjadi contoh penerapan ESG yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan ekonomi berbasis konservasi sehingga dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengembangkan program serupa.












