Hibata.id — Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 memasuki tahap akhir persiapan. Seluruh lokasi pelaksanaan kini telah rampung 100 persen dan siap digunakan menjelang puncak karnaval pada Sabtu, 12 September 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan seluruh persiapan lokasi telah diselesaikan sesuai rencana.
Sehari sebelumnya, saat meninjau lokasi pada Kamis, 10 September, Sultan menyebut persiapan GKK baru mencapai sekitar 90 persen. Sejumlah pekerjaan, termasuk penyelesaian panggung utama dan panggung pertunjukan, masih berlangsung.
Kini, seluruh fasilitas utama telah siap. Area Grand Place Convention Center (GPCC) dan sejumlah lokasi pendukung telah ditata untuk menunjang rangkaian kegiatan.
Tak hanya lokasi, para peserta juga menjalani gladi bersih. Mereka mengecek kembali formasi, pergerakan, kostum, hingga penampilan agar pelaksanaan karnaval pada hari puncak berjalan sesuai susunan acara.
“Alhamdulillah, seluruh persiapan sudah kita tuntaskan. Sekarang tempatnya sudah siap dan para peserta juga sudah melakukan gladi bersih. Kita tinggal menyambut masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Gorontalo Karnaval Karawo,” kata Sultan.
Menurut Sultan, GKK bukan sekadar pertunjukan. Karnaval ini menjadi ruang bagi peserta untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Gorontalo kepada masyarakat.
Ia meminta para peserta tampil percaya diri dan memberikan penampilan terbaik.
“Setiap peserta yang tampil membawa kreativitas dan semangat. Karena itu, tampilkan yang terbaik dan jadikan panggung ini sebagai ruang untuk memperkenalkan karya serta budaya Gorontalo,” ujarnya.
Sultan juga mengajak masyarakat hadir menyaksikan karnaval sekaligus memberikan dukungan kepada para peserta. Kehadiran publik, kata dia, dapat menjadi energi tambahan bagi mereka yang tampil.
GKK 2026 juga tidak hanya melibatkan peserta karnaval. Sekitar 400 pelaku UMKM telah tercatat berpartisipasi di area GPCC dan sepanjang Jalan Aryokatili.
Keterlibatan UMKM diharapkan turut menggerakkan aktivitas ekonomi selama event berlangsung. Para pelaku usaha mendapat ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada pengunjung.
Bagi Sultan, GKK merupakan bagian dari upaya mempertemukan budaya, kreativitas, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu perhelatan.
“Yang kita rayakan bukan hanya karnavalnya, tetapi juga karya dan budaya yang kita miliki. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Gorontalo punya kreativitas yang patut kita banggakan,” katanya.
Sultan juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung. Masyarakat diminta ikut menjaga fasilitas serta mengh












