Kabar

PLN Nusantara Power dan UMGo Bangun Laboratorium Konservasi Julang Sulawesi

×

PLN Nusantara Power dan UMGo Bangun Laboratorium Konservasi Julang Sulawesi

Sebarkan artikel ini
Kawasan hutan di Desa Mekarti Jaya, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, dipersiapkan menjadi Laboratorium Lapangan Konservasi sebagai pusat penelitian, pendidikan lingkungan, dan pengembangan eduekowisata berbasis konservasi Burung Julang Sulawesi/Hibata.id
Kawasan hutan di Desa Mekarti Jaya, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, dipersiapkan menjadi Laboratorium Lapangan Konservasi sebagai pusat penelitian, pendidikan lingkungan, dan pengembangan eduekowisata berbasis konservasi Burung Julang Sulawesi/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) menyiapkan Laboratorium Lapangan Konservasi di Desa Mekarti Jaya, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, sebagai pusat riset sekaligus pengembangan eduekowisata berbasis keanekaragaman hayati.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan Program Konservasi Burung Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix) yang tidak hanya berfokus pada perlindungan satwa endemik, tetapi juga membuka peluang pendidikan lingkungan, penelitian, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Manager PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo Adi Nugroho mengatakan laboratorium lapangan menjadi fondasi pengembangan kawasan konservasi yang terintegrasi dengan kegiatan edukasi dan wisata alam berkelanjutan hingga 2029.

“Kami ingin konservasi memberikan dampak yang lebih luas. Tidak hanya melindungi satwa endemik, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan eduekowisata. Ketika masyarakat memperoleh manfaat dari kawasan yang lestari, kesadaran untuk menjaga lingkungan akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Adi.

Baca Juga:  Strategi BI Perkuat Rantai Nilai Jagung Sulampua untuk Swasembada Pangan

Ia menjelaskan laboratorium tersebut akan menjadi pusat berbagai aktivitas, mulai dari penelitian biodiversitas, pendidikan konservasi, pengamatan burung (birdwatching), hingga pelatihan masyarakat sebagai pemandu wisata berbasis lingkungan.

Selain menjadi lokasi penelitian, laboratorium lapangan juga dirancang sebagai ruang belajar terbuka bagi pelajar, mahasiswa, akademisi, komunitas pecinta alam, hingga wisatawan yang ingin mempelajari habitat Burung Julang Sulawesi beserta ekosistem hutan di Kecamatan Taluditi.

Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Dr. Salahudin Pakaya, mengatakan konsep eduekowisata dipilih karena mampu menghubungkan upaya pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, konservasi akan berjalan lebih berkelanjutan apabila masyarakat memperoleh manfaat langsung melalui aktivitas ekonomi yang tetap menjaga kelestarian hutan.

Baca Juga:  Jelang Lebaran, Aktivis PMII Ingatkan Dampak Sosial Larangan Jual-Beli Emas PETI

“Konservasi akan lebih kuat ketika masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung. Kami tidak hanya berbicara mengenai perlindungan Julang Sulawesi, tetapi juga bagaimana kawasan ini berkembang menjadi destinasi pembelajaran lingkungan. Wisatawan datang untuk belajar tentang keanekaragaman hayati, sementara masyarakat memperoleh peluang ekonomi baru tanpa mengorbankan kelestarian hutan,” katanya.

Ia menambahkan keberadaan Laboratorium Lapangan Konservasi akan memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat penelitian sekaligus destinasi pendidikan lingkungan yang dapat dimanfaatkan berbagai kalangan.

Melalui konsep tersebut, masyarakat sekitar diharapkan berperan aktif menjaga kawasan hutan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi melalui penyediaan homestay, jasa pemandu wisata, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta layanan wisata edukasi berbasis lingkungan.

Assistant Manager Business Support PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo Reynold Gobel mengatakan pengembangan eduekowisata menjadi salah satu pendekatan untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Kapolri Rombak Kapolda dan Wakapolda, Sandi Nugroho Jabat Kapolda Sumsel

“Kami melihat konservasi memiliki nilai yang lebih besar ketika mampu menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi. Melalui konsep eduekowisata, masyarakat tidak hanya menjadi penjaga hutan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pengembangan kawasan. Inilah bentuk keberlanjutan yang ingin kami bangun bersama,” ujarnya.

Program Konservasi Julang Sulawesi merupakan kolaborasi PLN Nusantara Power dan Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang dirancang hingga 2029. Program tersebut diarahkan untuk menjaga kelestarian salah satu satwa endemik Sulawesi sekaligus membangun kawasan konservasi yang produktif, menjadi pusat pembelajaran lingkungan, serta mendorong tumbuhnya destinasi eduekowisata berbasis masyarakat di Kabupaten Pohuwato.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel