Hibata.id, Bolmut – Di balik geliat usaha kuliner, desain grafis, fotografi, hingga kerajinan tangan lokal di Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), tersimpan potensi besar yang mulai mencuri perhatian pasar.
Sektor ekonomi kreatif (ekraf) di daerah ini perlahan tumbuh, membawa harapan baru bagi penguatan ekonomi lokal.
Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, pelaku usaha justru masih harus berjuang sendiri.
Tanpa dukungan kelembagaan yang kuat, mereka mengandalkan kreativitas dan platform digital untuk bertahan.
Akses pembiayaan terbatas, pelatihan belum merata, dan promosi masih minim menjadi tantangan yang terus dihadapi.
“Potensinya besar, tapi kami masih bergerak sendiri. Kami butuh dukungan nyata,” kata pelaku usaha ekraf, Didin Mamonto.
Menurut Didin, salah satu langkah penting yang perlu segera diwujudkan adalah pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khusus ekonomi kreatif. Ia menilai, kehadiran lembaga tersebut akan menjadi kunci agar pengembangan ekraf tidak berjalan sporadis.
“Kalau ada OPD khusus, pembinaan bisa jelas, akses pasar lebih terbuka, dan kolaborasi bisa lebih kuat. Jadi tidak jalan masing-masing,” ujarnya.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Saat ini, sektor ekonomi kreatif di Bolmut belum ditangani secara khusus dalam struktur pemerintahan daerah. Akibatnya, berbagai program pengembangan belum terkoordinasi secara optimal.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortal) Sekretariat Daerah Bolmut, Supriadi Goma, menjelaskan pembentukan OPD tidak bisa dilakukan secara langsung tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku.
Ia merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang mengatur bahwa pembentukan dinas harus memenuhi variabel teknis dan umum.
“Untuk suburusan ekonomi kreatif, perhitungannya saat ini belum cukup untuk berdiri sebagai dinas sendiri. Karena itu, bisa digabung dengan urusan lain yang serumpun, seperti pariwisata,” jelasnya.
Meski begitu, ia memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Saat ini, Pemda Bolmut bersama DPRD sedang membahas penataan OPD, termasuk kemungkinan penguatan sektor ekonomi kreatif dalam struktur yang ada.
“Masih dalam tahap pembahasan dan pengkajian,” katanya singkat.
Di tengah proses tersebut, pelaku usaha berharap langkah konkret segera hadir.
Sebab, bagi mereka, ekonomi kreatif bukan sekadar tren—melainkan peluang nyata untuk menggerakkan ekonomi daerah dari bawah.
Jika didukung dengan kebijakan yang tepat, bukan tidak mungkin Bolmut akan menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif baru di wilayah Sulawesi Utara.












