Hibata.id – Upacara peringatan Hari Kartini ke-147 dan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Kota Kotamobagu, Rabu pagi, 29 April 2026, tak sekadar seremoni tahunan. Di Alun-alun Boki Hontinimbang, momentum ini berubah menjadi ruang refleksi—tentang peran perempuan dan arah pembangunan daerah di tengah perubahan zaman yang kian cepat.
Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini bukanlah rutinitas belaka. Ia menyebut momen ini sebagai pengingat atas perjuangan Raden Ajeng Kartini, yang membuka jalan bagi kemajuan perempuan Indonesia.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah momentum sarat makna untuk mengenang keberanian Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan,” kata Weny.
Di tengah dinamika modern, ia menyoroti posisi perempuan yang semakin strategis. Perempuan, menurutnya, kini tampil sebagai pemimpin, pendidik, pelaku ekonomi, hingga pilar keluarga yang kokoh. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen terhadap kesetaraan gender.
Upacara tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30. Dalam kesempatan itu, Weny membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian. Ia menekankan bahwa otonomi daerah menjadi instrumen penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tema tahun ini, “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita,” disebut mengandung makna kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal. Namun, keberhasilan itu tetap bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar tersebut tidak akan tercapai secara optimal,” ujarnya.
Upacara berlangsung khidmat dengan kehadiran sejumlah pejabat daerah. Ketua TP PKK Kota Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, yang bertindak sebagai perwira upacara, tampil anggun mengenakan kain lukis karya Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus.
Turut hadir Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, Ketua DPRD Adrianus Mokoginta, Kapolres AKBP Irwanto, serta jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, organisasi perempuan, hingga ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.
Di tengah suasana yang tertib dan penuh penghormatan, pesan yang mengemuka jelas: semangat Kartini dan otonomi daerah bukan hanya untuk dikenang, melainkan untuk dijalankan—demi masa depan yang lebih setara dan sejahtera.












