Kabar

Dugaan Data Sopir Fiktif di DLH Pohuwato, Anak Kadis Ikut Terima Gaji

×

Dugaan Data Sopir Fiktif di DLH Pohuwato, Anak Kadis Ikut Terima Gaji

Sebarkan artikel ini
Kantor DLH Pohuwato/Hibata.id
Kantor DLH Pohuwato/Hibata.id

Hibata.id, PohuwatoCerita tak biasa muncul dari lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pohuwato.

Kali ini bukan soal sampah atau kebersihan, melainkan soal sosok sopir yang namanya tercatat, tapi keberadaannya bikin publik bertanya-tanya.

Informasi yang diterima Hibata.id menyebutkan, ada satu nama yang tercatat sebagai sopir kendaraan dinas di DLH Pohuwato.

Namun, sumber internal mengungkapkan bahwa sosok tersebut diduga merupakan anak  kandung dari Kepala DLH Pohuwato, Sumitro Monoarfa.

Secara administrasi, semuanya tampak berjalan normal. Nama ada, posisi jelas, bahkan gaji disebut tetap mengalir.

Baca Juga:  PETI di Gunung Bugu Paleleh Akan Gunakan Alat Berat, 2 Eksavator Sedang Membuka Jalan

“Gajinya sekitar Rp1,5 juta per bulan,” ungkap sumber internal yang enggan disebutkan identitasnya.

Namun cerita mulai terasa janggal ketika berbicara soal aktivitas kerja. Sumber yang sama menyebutkan, dalam kurun waktu 2022 hingga 2023, sosok yang tercatat sebagai sopir itu tidak pernah terlihat menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Alih-alih berada di balik kemudi kendaraan dinas, yang bersangkutan justru dikabarkan tengah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Gorontalo.

Baca Juga:  Wakapolda Gorontalo Sidak Ponsel Polisi, Judi Online Jadi Target Utama

Kondisi ini memunculkan pertanyaan sederhana namun penting: jika sopirnya tidak pernah terlihat bekerja, lalu siapa yang mengemudikan kendaraan dinas tersebut?

Atau, jangan-jangan ini jenis “sopir administratif”—hadir di dokumen, tapi tidak di lapangan?

Di tengah pertanyaan tersebut, perbincangan terhadap DLH Pohuwato sebenarnya bukan hal baru.

Aparat penegak hukum sebelumnya telah memanggil sejumlah pihak terkait dugaan penyimpangan anggaran di instansi tersebut.

Beberapa yang menjadi perhatian antara lain penggunaan dana bahan bakar minyak (BBM), pengadaan suku cadang, hingga biaya operasional kendaraan dinas.

Baca Juga:  Mahasiswa Kritik MBG Bone Bolango, Korwil BGN Gorontalo Diminta Dicopot

Munculnya dugaan sopir yang tak terlihat ini semakin menambah daftar pertanyaan publik terhadap tata kelola anggaran di DLH Pohuwato.

Hingga berita ini ditulis, Kepala DLH Pohuwato, Sumitro Monoarfa, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang diajukan.

Publik kini menunggu penjelasan resmi—karena dalam urusan anggaran, yang tak terlihat sering kali justru yang paling perlu dijelaskan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel