Kabar

PLN Nusantara Power dan UMGo Perkuat Konservasi Julang Sulawesi di Pohuwato

×

PLN Nusantara Power dan UMGo Perkuat Konservasi Julang Sulawesi di Pohuwato

Sebarkan artikel ini
PLN Nusantara Power bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo dan Pemkab Pohuwato memperkuat konservasi Julang Sulawesi/Hibata.id
PLN Nusantara Power bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo dan Pemkab Pohuwato memperkuat konservasi Julang Sulawesi/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Upaya menjaga kelestarian Burung Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix), salah satu satwa endemik khas Sulawesi, terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato menggelar Koordinasi Teknis Program Konservasi Julang Sulawesi di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pohuwato.

Pertemuan ini bukan sekadar agenda evaluasi rutin, tetapi menjadi langkah penting untuk memastikan program konservasi yang berlangsung di Kecamatan Taluditi tetap berjalan terarah, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Sejumlah organisasi perangkat daerah turut terlibat dalam forum tersebut, di antaranya Bappeda Pohuwato, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Hadir pula akademisi Universitas Muhammadiyah Gorontalo bersama jajaran manajemen PLN Nusantara Power UP Gorontalo.

Baca Juga:  Pengumuman OMI 2025 Tingkat Kabupaten Ditunda, Peserta Pantau Laman Kemenag

Dalam forum itu, para peserta mengevaluasi berbagai capaian program sepanjang 2025, mulai dari pendataan awal populasi dan habitat Julang Sulawesi, edukasi lingkungan kepada masyarakat, hingga upaya mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kelestarian satwa tersebut.

Diskusi kemudian berlanjut pada penyusunan agenda konservasi tahun 2026, dengan fokus pada penguatan koordinasi antarlembaga, peningkatan partisipasi masyarakat, serta integrasi program dengan arah pembangunan daerah.

Kepala Bappeda Kabupaten Pohuwato Rustam Melleng menilai koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar program konservasi tidak berjalan terpisah dari kebijakan pembangunan daerah.

“Konservasi Julang Sulawesi sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sinergi seperti ini penting agar program dapat memberi manfaat jangka panjang,” katanya.

Baca Juga:  Daftar UMR Tertinggi di Indonesia Tahun 2024

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Gorontalo Indri Afriani Yasin mengatakan evaluasi program memberikan gambaran nyata mengenai kondisi lapangan sekaligus tantangan yang perlu dijawab ke depan.

Menurut dia, pendekatan berbasis data menjadi fondasi penting agar program konservasi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar efektif.

“Evaluasi tahun 2025 menjadi pijakan untuk menyusun langkah yang lebih terarah pada 2026. Program yang dibangun harus berbasis data ilmiah agar dampaknya bisa dirasakan lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Business Support PLN Nusantara Power UP Gorontalo Reynold Gobel menegaskan program konservasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan konservasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

“Program ini tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat menjadi elemen penting untuk menjaga keberlanjutan konservasi Julang Sulawesi,” katanya.

Baca Juga:  Saksikan Open Tournament Pencak Silat Kapolresta Gorontalo Kota

Secara terpisah, Manager PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo Adi Nugroho mengungkapkan program konservasi tersebut telah disusun dalam peta jalan jangka menengah hingga 2029.

Pada tahap awal, kata dia, fokus utama diarahkan pada penguatan fondasi konservasi, sebelum nantinya berkembang ke penguatan ekonomi masyarakat berbasis pelestarian lingkungan.

“Harapannya, program ini tidak hanya menjaga satwa endemik, tetapi juga membuka manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Melalui koordinasi ini, seluruh pihak menegaskan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian Julang Sulawesi sekaligus memastikan program konservasi berjalan selaras dengan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pohuwato.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel