Hibata.id, Jakarta – Jauh sebelum dunia mengenal trofi emas FIFA World Cup yang kini diangkat para juara Piala Dunia, sepak bola internasional lebih dulu memiliki simbol kejayaan bernama Trofi Jules Rimet.
Bagi pecinta sepak bola, trofi ini bukan sekadar hadiah bagi tim pemenang. Jules Rimet adalah bagian dari sejarah besar lahirnya Piala Dunia.
- Apa itu Trofi Jules Rimet?
- Kenapa Trofi Jules Rimet hilang?
- Siapa yang memiliki Trofi Jules Rimet terakhir?
Selain itu trofi tersebut menjadi saksi perjalanan sepak bola modern, sekaligus artefak olahraga yang menyimpan kisah dramatis, mulai dari pencurian, penemuan tak terduga, hingga hilang tanpa jejak.
Trofi Jules Rimet menjadi hadiah resmi Piala Dunia sejak turnamen perdana pada 1930 hingga 1970. Selama empat dekade, trofi ini menjadi lambang supremasi tertinggi sepak bola dunia.
Namun, di balik kemegahannya, trofi tersebut menyimpan cerita yang tak kalah menarik dibanding pertandingan di lapangan.
Awal Mula Trofi Jules Rimet
Sejarah Trofi Jules Rimet bermula dari gagasan FIFA untuk menciptakan turnamen sepak bola internasional yang mempertemukan negara-negara terbaik dunia.
Tokoh di balik ide besar itu adalah Jules Rimet, Presiden FIFA asal Prancis yang menjabat pada 1921 hingga 1954. Ia dikenal sebagai sosok yang mendorong lahirnya Piala Dunia sebagai ajang kompetisi global di luar Olimpiade.
Sebagai bentuk penghormatan, nama Jules Rimet kemudian diabadikan sebagai nama trofi paling prestisius di dunia sepak bola saat itu.
Namun awalnya, trofi ini tidak bernama Jules Rimet.
Saat pertama kali diperkenalkan, FIFA menamainya Victory atau kemenangan. Nama itu digunakan untuk menegaskan makna utama dari kompetisi sepak bola tertinggi dunia.
Baru pada 1946, FIFA resmi mengganti nama trofi tersebut menjadi Jules Rimet Trophy untuk menghormati jasa sang presiden.
Desain yang Sarat Makna
Trofi Jules Rimet memiliki desain artistik yang khas. Patung ini menampilkan figur Nike, dewi kemenangan dalam mitologi Yunani, yang mengangkat wadah berbentuk segi delapan di atas kepalanya.
Desain tersebut dibuat oleh pematung Prancis, Abel Lafleur. Trofi ini terbuat dari perak sterling yang dilapisi emas, berdiri di atas dasar batu lapis lazuli berwarna biru.
Secara visual, desain itu mencerminkan kemenangan, kehormatan, dan kejayaan—nilai yang melekat erat dengan kompetisi Piala Dunia.
Pencurian yang Menghebohkan Dunia
Salah satu bab paling dramatis dalam sejarah Trofi Jules Rimet terjadi menjelang Piala Dunia 1966 di Inggris.
Saat itu, trofi dipamerkan dalam sebuah acara publik di London. Namun secara mengejutkan, trofi tersebut hilang dicuri.
Kasus ini langsung menjadi perhatian dunia internasional. Pihak berwenang menerima pesan dari pelaku yang meminta uang tebusan sebagai syarat pengembalian trofi.
Ketika upaya pencarian berlangsung, sebuah kejadian tak terduga terjadi. Trofi Jules Rimet justru ditemukan oleh seekor anjing bernama Pickles yang sedang diajak berjalan oleh pemiliknya.
Anjing tersebut menemukan paket mencurigakan di bawah semak-semak di kawasan London. Setelah diperiksa, isi paket itu ternyata trofi Piala Dunia yang hilang.
Kisah ini kemudian menjadi salah satu cerita paling ikonik dalam sejarah olahraga dunia.
Brasil Membawa Pulang Selamanya
FIFA saat itu memiliki aturan khusus. Negara yang mampu menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali berhak memiliki Trofi Jules Rimet secara permanen.
Kesempatan itu akhirnya menjadi milik Brasil. Tim Samba memastikan hak tersebut setelah menjuarai Piala Dunia 1970 di Meksiko, yang menjadi gelar ketiga mereka setelah sukses pada 1958 dan 1962.
Dengan kemenangan itu, Brasil resmi menjadi pemilik tetap trofi legendaris tersebut.
Hilang Tanpa Jejak di Brasil
Namun perjalanan Trofi Jules Rimet belum berakhir. Pada 1983, dunia sepak bola kembali dikejutkan.
Trofi yang disimpan di kantor Konfederasi Sepak Bola Brasil dilaporkan dicuri. Berbeda dari pencurian di Inggris, kali ini tidak ada kisah bahagia.
Trofi itu tidak pernah ditemukan kembali. Sejumlah penyelidikan mengarah pada dugaan bahwa trofi tersebut telah dilebur untuk dijual sebagai logam berharga.
Meski demikian, hingga kini tidak ada kepastian mutlak mengenai nasib aslinya. Misteri itu membuat Trofi Jules Rimet menjadi salah satu artefak olahraga paling terkenal yang hilang dalam sejarah.
Lahirnya Trofi Piala Dunia Modern
Setelah era Jules Rimet berakhir, FIFA membutuhkan simbol baru untuk turnamen terbesar sepak bola dunia.
Pada 1974, FIFA resmi memperkenalkan FIFA World Cup Trophy, trofi emas yang kini identik dengan Piala Dunia.
Trofi baru itu menampilkan desain dua figur manusia yang menopang bola dunia. Berbeda dari Jules Rimet, trofi modern ini tidak diberikan secara permanen kepada negara juara.
Tim pemenang hanya menerima replika, sementara trofi asli tetap menjadi milik FIFA. Warisan Sejarah yang Tak Terlupakan
Trofi Jules Rimet lebih dari sekadar benda berharga. Ia adalah simbol lahirnya Piala Dunia, penanda kejayaan sepak bola era awal, sekaligus bagian dari cerita besar olahraga global.
Dari tangan para juara dunia, drama pencurian di Inggris, hingga misteri hilang di Brasil, sejarah Trofi Jules Rimet tetap hidup dalam ingatan pecinta sepak bola. Meski fisiknya telah lenyap, warisannya tetap abadi dalam sejarah Piala Dunia.











