Kota Gorontalo

Street Food Jilid III, Kota Tua Jadi Pusat Perputaran Uang Baru

×

Street Food Jilid III, Kota Tua Jadi Pusat Perputaran Uang Baru

Sebarkan artikel ini
Kondisi Street Food Kota Tua Jilid III yang jadi Jadi Pusat Perputaran Uang Baru. (F0to: Humas)
Kondisi Street Food Kota Tua Jilid III yang jadi Jadi Pusat Perputaran Uang Baru. (F0to: Humas)

Hibata.id – Tidak banyak daerah yang mampu menjadikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu penggerak utama ekonomi. Namun, kondisi berbeda terlihat di Kota Gorontalo.

Di tengah keterbatasan sumber daya alam dan minimnya sektor industri besar, aktivitas usaha masyarakat justru menjadi penopang utama perputaran ekonomi daerah.

Scroll untuk baca berita

Gambaran itu kembali terlihat dalam pelaksanaan Street Food Kota Tua Jilid III. Berdasarkan rekapitulasi Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Gorontalo, total transaksi selama dua hari kegiatan mencapai Rp99,1 juta.

“Pendapatan pelaku UMKM Alhamdulillah nyaris mencapai Rp100 juta,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Gorontalo, Muttakin Adam, Senin, 22 Juni 2026.

Baca Juga:  Wali Kota Gorontalo Akan Buat Turnamen Basket Tingkat Provinsi, Kapan?

Nilai tersebut berasal dari puluhan pelaku usaha yang menjajakan makanan, minuman, hingga produk olahan rumahan. Perputaran uang itu tidak hanya dinikmati pedagang, tetapi juga menggerakkan rantai ekonomi lain yang terhubung dengan aktivitas mereka.

Menariknya, geliat ekonomi tersebut tumbuh di kawasan Kota Tua Gorontalo yang dalam beberapa waktu terakhir kembali ramai dikunjungi masyarakat. Deretan bangunan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan kota kini berpadu dengan aktivitas perdagangan dan kuliner yang menghadirkan suasana berbeda pada malam hari.

Kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat sejarah itu perlahan berkembang menjadi ruang interaksi ekonomi dan sosial warga.

Kondisi tersebut mencerminkan struktur ekonomi Kota Gorontalo yang masih bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa. Berbeda dengan daerah lain yang ditopang tambang, perkebunan, atau industri besar, ekonomi Kota Gorontalo tumbuh dari aktivitas usaha rakyat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Jelang Kedatangan Presiden Prabowo, Wali Kota Adhan Turun Langsung Cek Stadion Gorontalo

Karena itu, pengembangan UMKM terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Gorontalo di bawah kepemimpinan Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel. Keduanya menilai sektor usaha kecil sebagai kekuatan utama dalam menjaga pergerakan ekonomi di tingkat masyarakat.

Pandangan tersebut lahir dari karakter daerah yang banyak ditopang pelaku usaha mikro, mulai dari warung makan, kedai kopi, pedagang kaki lima, hingga usaha rumahan yang turut menciptakan transaksi ekonomi dan lapangan penghasilan.

Melalui berbagai kegiatan berbasis keramaian, pemerintah kota berupaya memperluas akses pasar bagi UMKM. Street Food Kota Tua menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat secara langsung dalam suasana yang lebih terbuka dan dinamis.

Baca Juga:  Wali Kota Gorontalo Berharap Pelaksanaan Pilkada 2024 Sukses

Hasilnya terlihat dari perputaran uang yang mendekati Rp100 juta hanya dalam dua hari pelaksanaan kegiatan. Angka tersebut menunjukkan bahwa UMKM masih menjadi fondasi penting ekonomi Kota Gorontalo.

Di tengah keterbatasan sumber daya alam dan ketiadaan industri berskala besar, sektor usaha rakyat tetap menjadi penggerak yang menjaga roda ekonomi daerah terus berputar. Dari kawasan Kota Tua, denyut itu terlihat hidup melalui lapak-lapak kecil yang setiap malam melayani ratusan pengunjung.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel