Hibata.id, Gorontalo – Kalau warung bisa tutup, pegawai kantor bisa pulang, bahkan ayam pun punya waktu tidur.
Namun, rumah sakit punya cerita berbeda. Saat sebagian besar warga terlelap, tenaga kesehatan di RSUD dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS) justru tetap bersiaga melayani pasien.
Direktur RSUD dr. Zainal Umar Sidiki, dr. Mohammad Ardiansyah, menegaskan rumah sakit yang dipimpinnya tetap memberikan pelayanan selama 24 jam setiap hari.
Penegasan itu disampaikan untuk meluruskan pemahaman masyarakat mengenai operasional rumah sakit dan layanan observasi pasien.
“Kalau beroperasi itu 24 jam, kalau observasi 8 jam,” kata dr. Mohammad Ardiansyah di Gorontalo Utara, Selasa (30/6).
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab anggapan yang kerap muncul di tengah masyarakat bahwa seluruh proses pelayanan pasien memiliki durasi yang sama.
Menurut Ardiansyah, operasional rumah sakit tidak pernah berhenti karena tenaga medis tetap memberikan pelayanan, mulai dari pasien gawat darurat hingga pasien yang membutuhkan tindakan medis sesuai prosedur.
Sementara itu, layanan observasi memiliki mekanisme tersendiri. Pasien yang menjalani observasi akan dipantau kondisi kesehatannya dalam waktu maksimal delapan jam sebagai bagian dari proses penilaian medis.
Dalam kurun waktu tersebut, dokter dan tenaga kesehatan mengevaluasi perkembangan kondisi pasien sebelum menentukan langkah penanganan berikutnya.
Setelah observasi selesai, dokter akan memutuskan apakah pasien dapat dipulangkan, menjalani rawat jalan, atau dirawat inap sesuai hasil pemeriksaan dan kondisi klinis yang ditemukan.
Ardiansyah menegaskan, perbedaan antara operasional rumah sakit selama 24 jam dan masa observasi delapan jam perlu dipahami masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap sistem pelayanan kesehatan.
Menurutnya, RSUD dr. Zainal Umar Sidiki terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan sesuai standar medis kepada seluruh masyarakat Gorontalo Utara.












