Kabar

Pernah Disebut Bekingi PETI, AKBP Firman Kini Jabat Kapolres Boalemo

×

Pernah Disebut Bekingi PETI, AKBP Firman Kini Jabat Kapolres Boalemo

Sebarkan artikel ini
AKBP Firman Taufik, yang kini resmi menjabat sebagai Kapolres Boalemo setelah disambut melalui prosesi adat Mopotilolo di Rumah Jabatan Bupati Boalemo, Rabu (8/7/2026)/Hibata.id
AKBP Firman Taufik, yang kini resmi menjabat sebagai Kapolres Boalemo setelah disambut melalui prosesi adat Mopotilolo di Rumah Jabatan Bupati Boalemo, Rabu (8/7/2026)/Hibata.id

Hibata.id, Boalemo Seharusnya suasana pergantian Kapolres identik dengan ucapan selamat datang dan prosesi adat.

Namun, kali ini ada satu “kisah lama” yang ikut muncul tanpa diundang.

Yakni pertanyaan publik tentang kelanjutan kasus dugaan keterlibatan aparat dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang sempat ramai diperbincangkan 2025 silam.

Ibarat serial yang sudah lama tidak tayang, masyarakat justru bertanya, “Episode terakhirnya sudah sampai mana?”

Perhatian itu mengarah kepada AKBP Firman Taufik, yang kini resmi menjabat sebagai Kapolres Boalemo setelah disambut melalui prosesi adat Mopotilolo di Rumah Jabatan Bupati Boalemo, Rabu (8/7/2026).

Nama AKBP Firman bukan kali ini saja menjadi perhatian. Pada awal Juni 2025, sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang pelaku PETI.

Baca Juga:  Daftar Film Bioskop XXI Gorontalo, Jadwal Tayang dan Promo Tiket

Ya, ia adalah Marten Yosi Basaur alias Marten. Kala itu ia menyampaikan pernyataan yang mengaitkan aktivitas pertambangan yang dibekingi oknum polisi bernama AKBP Firman yang menjabat sebagai Kasubdit Tipidter.

Video tersebut memicu diskusi panjang di ruang publik. Bukan karena masyarakat gemar bergosip.

Melainkan karena publik berharap setiap informasi yang menyangkut dugaan pelanggaran dapat ditindaklanjuti secara transparan sesuai mekanisme hukum.

Saat polemik itu berkembang, Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Desmont Harjendro, menyampaikan bahwa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) telah melakukan pendalaman terhadap dugaan tersebut.

Baca Juga:  Alat Berat PETI Iloheluma Disita, Pemilik dan Pemodal Masih Misterius

Kala itu, Desmont menyatakan bahwa Propam akan memproses dugaan tersebut sesuai prosedur yang berlaku.

Namun, hingga memasuki Juli 2026, publik belum memperoleh informasi resmi mengenai hasil akhir pendalaman tersebut.

Belum ada penjelasan apakah pemeriksaan telah selesai, masih berjalan, atau telah ditutup karena tidak ditemukan pelanggaran.

Di sisi lain, pelantikan pejabat baru tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah Kabupaten Boalemo menyambut AKBP Firman melalui prosesi adat sebagai bagian dari tradisi penghormatan kepada pejabat yang akan menjalankan tugas di daerah itu.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan terbaru dari AKBP Firman Taufik mengenai kembali munculnya perhatian publik terhadap video yang sempat viral tersebut.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca hari ini Hingga Malam Hari

Polda Gorontalo juga belum mengumumkan perkembangan terbaru terkait hasil pemeriksaan yang sebelumnya disebut sedang ditangani Propam.

Bagi masyarakat, persoalan ini sebenarnya sederhana. Bukan sekadar ingin mengetahui siapa yang benar atau salah, melainkan ingin melihat sebuah proses hukum yang memiliki akhir cerita.

Sebab, dalam penegakan hukum, yang paling melelahkan bukan hanya dugaan, tetapi ketika sebuah pertanyaan dibiarkan terlalu lama menggantung.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi pihak-pihak yang merasa keberatan atau memiliki klarifikasi atas pemberitaan ini.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel