Nasional

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya

×

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang. Foto: Antara
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang. Foto: Antara

Hibata.id, Jakarta – Keputusan mendadak Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang meninggalkan jabatannya memunculkan perhatian publik.

Nanik justru memilih mundur setelah baru satu setengah bulan memimpin lembaga tersebut.

Alasan di balik pengunduran dirinya bukan terkait kebijakan ataupun persoalan kelembagaan.

Nanik mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan memaksanya mengambil keputusan tersebut karena harus segera menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Keputusan itu telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo sebelum keberangkatannya pada Selasa (22/7/2026).

Informasi tersebut pertama kali diungkap Nanik melalui akun Facebook pribadinya dan kemudian dibenarkan oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan.

Baca Juga:  2.3 Juta Formasi Pendaftaran CPNS 2024, Simak Rinciannya di Sini

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya,” tulis Nanik.

Meski mengundurkan diri dari jabatan strategisnya, hubungan Nanik dengan pemerintahan disebut tetap berlanjut.

Presiden Prabowo, menurut Nanik, justru memintanya tetap mengawal arah kebijakan Badan Gizi Nasional melalui posisi berbeda.

Presiden disebut sedang mempertimbangkan pembentukan Dewan Pengawas BGN, dan Nanik diminta mengisi posisi Ketua Dewan Pengawas apabila struktur tersebut resmi dibentuk.

Baca Juga:  223 Triliun untuk MBG, PDIP Sentil Rasa Keadilan Anggaran Pendidikan

“Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas dan saya diminta menjadi ketuanya,” ujar Nanik.

Ia menilai peran tersebut tetap memungkinkan dirinya memberikan masukan terhadap pelaksanaan program nasional tanpa harus terlibat langsung dalam pengelolaan anggaran.

Di tengah proses pemulihan kesehatan yang akan dijalaninya, Nanik memastikan komitmennya untuk tetap mendukung Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut dia, program tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha di daerah melalui rantai pasok pangan.

Baca Juga:  Kejaksaan Ungkap Dugaan BBM Pertamax Oplosan di Pertamina, Kok Bisa?

“Saya tetap mendukung Program MBG. Semoga program ini membawa manfaat bagi anak-anak Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Hingga hari ini, pemerintah belum mengumumkan siapa yang akan mengisi posisi Kepala Badan Gizi Nasional setelah pengunduran diri Nanik. Keputusan mengenai pembentukan Dewan Pengawas BGN juga masih menunggu penetapan resmi dari Presiden Prabowo.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel