Hibata.id, Gorontalo – Jika selama ini masih ada yang mengira pekerjaan aparatur sipil negara (ASN) hanya identik dengan setumpuk berkas, stempel, dan secangkir kopi yang tak kunjung habis, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh punya sudut pandang berbeda.
Lewat akun Instagram resmi BKN, Zudan mengingatkan bahwa 6,7 juta ASN di Indonesia bekerja setiap hari agar negara tetap hadir di tengah masyarakat.
Mulai dari guru yang membuka pelajaran sejak pagi, tenaga kesehatan yang berjaga di puskesmas, peneliti di laboratorium, hingga petugas pelayanan publik yang menjadi tempat pertama masyarakat mencari solusi.
Kalau dipikir-pikir, memang benar juga. Masyarakat mungkin hanya mengingat petugas ketika antreannya panjang. Padahal ketika pelayanan berjalan lancar, sering kali tak ada yang bertanya siapa orang di balik meja itu.
Dalam unggahan tersebut, Zudan menulis bahwa jutaan ASN bekerja dalam senyap, tetapi hasil kerjanya dirasakan masyarakat setiap hari.
“Mulai dari ruang kelas, puskesmas, laboratorium, kantor pelayanan hingga lapangan, jutaan ASN bekerja dalam senyap demi memastikan negara terus hadir untuk masyarakat. 6,7 juta ASN, 6,7 juta cara mencintai Indonesia,” tulisnya.
Unggahan itu juga memuat ilustrasi bertajuk “Pengabdian yang Sunyi, Bangsa yang Bertumbuh.” Pesannya sederhana namun kuat: tidak semua pengabdian tampil di panggung atau menjadi perbincangan media sosial, tetapi justru dari pekerjaan yang jarang terlihat itulah roda pelayanan publik terus berputar.
Guru, dokter, perawat, bidan, anggota Satpol PP, peneliti, hingga ribuan profesi ASN lainnya disebut menjadi bagian dari denyut pelayanan negara.
Tentu, bukan berarti seluruh ASN sudah sempurna. Kritik masyarakat terhadap pelayanan publik tetap menjadi bahan evaluasi yang penting.
Namun, di balik berbagai tantangan birokrasi, jutaan ASN juga menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab tanpa pernah menjadi sorotan.
Barangkali itulah makna “pengabdian yang sunyi”. Ketika pekerjaan selesai dengan baik, masyarakat pulang membawa solusi, sementara petugas kembali melayani orang berikutnya.
Di akhir pesannya, Zudan mengajak seluruh ASN terus berkarya dengan tulus.
“6,7 juta ASN adalah 6,7 juta cara mencintai Indonesia. Melangkahlah, Allah SWT meridhai setiap karya yang tulus untuk negeri.”
Kalimat itu mengingatkan bahwa tidak semua bentuk cinta kepada Indonesia diwujudkan di atas podium. Ada yang memilih menjaganya dari balik ruang kelas, loket pelayanan, ruang laboratorium, hingga puskesmas—tempat-tempat yang mungkin tak pernah menjadi viral, tetapi selalu dibutuhkan masyarakat.












