Hibata.id, Gorontalo – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, datang ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bukan sekadar membawa map berisi proposal.
Ia pulang dengan harapan baru setelah usulan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi mendapat sambutan positif dari pemerintah pusat.
Sirajudin bersama Asisten III Setda dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolmut diterima Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Informal Gogot Suharwoto bersama Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Eko Susanto dalam audiensi di Jakarta, Senin.
Agenda utama pertemuan itu adalah mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sebagai pusat pendidikan yang memadukan kurikulum nasional dengan potensi serta kearifan lokal.
“Kami ingin menghadirkan sekolah yang mampu menjadi pusat pendidikan unggulan, bukan hanya bagi Bolmut, tetapi juga bagi daerah sekitar di Sulawesi Utara dan Gorontalo,” kata Sirajudin kepada Hibata.id.
Menurut dia, konsep sekolah tersebut diharapkan menjadi model pendidikan yang melahirkan sumber daya manusia berkualitas sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Usulan itu mendapat respons positif dari Kemendikdasmen. Sirajudin mengatakan kementerian menyatakan siap memberikan dukungan teknis dan akan menelaah proposal pembangunan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Bolmut.
Selain membahas pembangunan sekolah baru, audiensi tersebut juga menghasilkan kabar baik di sektor infrastruktur pendidikan. Tahun 2026, Bolmut memperoleh alokasi anggaran revitalisasi sekolah sebesar Rp9,9 miliar.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk revitalisasi 12 sekolah dasar (SD), lima sekolah menengah pertama (SMP), serta 59 taman kanak-kanak dan PAUD.
Pemerintah Kabupaten Bolmut berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, memperluas akses belajar, dan menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi peserta didik di daerah.












