Hibata.id, Bolmut – Kondisi Sungai Voyau di Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), menjadi perhatian warga setelah air sungai tampak keruh di tengah musim kemarau.
Situasi tersebut memunculkan dugaan masyarakat bahwa kekeruhan air berkaitan dengan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga menggunakan alat berat jenis excavator di sekitar daerah aliran sungai.
Pantauan warga menunjukkan warna air berubah menjadi kecokelatan dan membawa endapan lumpur.
Kondisi itu dinilai tidak lazim karena wilayah tersebut tidak sedang mengalami hujan dalam beberapa waktu terakhir.
“Biasanya saat musim kemarau air sungai lebih jernih. Sekarang justru keruh, padahal tidak ada hujan. Karena itu kami berharap penyebabnya dapat segera dipastikan,” kata seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
Warga mengaku khawatir karena Sungai Voyau masih dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mereka menilai apabila kekeruhan dipicu oleh aktivitas pertambangan, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas air serta mempercepat sedimentasi di aliran sungai.
Selain itu, aktivitas pertambangan yang diduga menggunakan alat berat juga dikhawatirkan dapat memengaruhi ekosistem sungai dan berdampak terhadap kelestarian lingkungan di kawasan tersebut apabila tidak ditangani sesuai ketentuan.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, aparat penegak hukum, serta instansi teknis segera melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan penyebab kekeruhan Sungai Voyau.
Masyarakat juga meminta agar apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang melanggar peraturan perundang-undangan, penanganan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.












