Bolmut

Sungai Voyau Bolmut Keruh Saat Kemarau, Warga Minta Dugaan PETI Ditelusuri

×

Sungai Voyau Bolmut Keruh Saat Kemarau, Warga Minta Dugaan PETI Ditelusuri

Sebarkan artikel ini
Kondisi air Sungai Voyau di Kecamatan Sangkub, Bolmut, berubah keruh meski tengah memasuki musim kemarau/Hibata.id
Kondisi air Sungai Voyau di Kecamatan Sangkub, Bolmut, berubah keruh meski tengah memasuki musim kemarau/Hibata.id

Hibata.id, Bolmut – Kondisi Sungai Voyau di Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), menjadi perhatian warga setelah air sungai tampak keruh di tengah musim kemarau.

Situasi tersebut memunculkan dugaan masyarakat bahwa kekeruhan air berkaitan dengan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga menggunakan alat berat jenis excavator di sekitar daerah aliran sungai.

Pantauan warga menunjukkan warna air berubah menjadi kecokelatan dan membawa endapan lumpur.

Baca Juga:  Gercep Sangadi dan Ratusan Warga Hadang Si Jago Merah Hingga Gagal Lahap Gedung Perpustakaan

Kondisi itu dinilai tidak lazim karena wilayah tersebut tidak sedang mengalami hujan dalam beberapa waktu terakhir.

“Biasanya saat musim kemarau air sungai lebih jernih. Sekarang justru keruh, padahal tidak ada hujan. Karena itu kami berharap penyebabnya dapat segera dipastikan,” kata seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga:  Viral Kisah Laumba di Mawasangka, Dinsos Buton Tengah Langsung Bergerak

Warga mengaku khawatir karena Sungai Voyau masih dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mereka menilai apabila kekeruhan dipicu oleh aktivitas pertambangan, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas air serta mempercepat sedimentasi di aliran sungai.

Selain itu, aktivitas pertambangan yang diduga menggunakan alat berat juga dikhawatirkan dapat memengaruhi ekosistem sungai dan berdampak terhadap kelestarian lingkungan di kawasan tersebut apabila tidak ditangani sesuai ketentuan.

Baca Juga:  Gaji ke-13 ASN Bolmut Belum Cair di Sejumlah OPD, BPKPD: Tinggal Satu Kecamatan

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, aparat penegak hukum, serta instansi teknis segera melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan penyebab kekeruhan Sungai Voyau.

Masyarakat juga meminta agar apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang melanggar peraturan perundang-undangan, penanganan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.