Peristiwa

Tambang Ilegal Suwawa Kembali Telan Korban, 1 Penambang Tewas Usai Jatuh

×

Tambang Ilegal Suwawa Kembali Telan Korban, 1 Penambang Tewas Usai Jatuh

Sebarkan artikel ini
Korban Jiwa Bertambah di Tambang Suwawa, Persoalan Keselamatan Kembali Dipertanyakan/Hibata.id
Korban Jiwa Bertambah di Tambang Suwawa, Persoalan Keselamatan Kembali Dipertanyakan/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Seorang pekerja tambang ilegal, Zulkifli Dunggio (27), meninggal dunia setelah masuk ke lubang tambang di wilayah Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (13/8/2026).

Sebelum masuk ke lubang tambang, warga Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, itu disebut dalam kondisi kurang sehat.

Kepala Seksi Humas Polres Bone Bolango AKP Jhon Nusi mengatakan, laporan mengenai pekerja tambang yang meninggal diterima polisi sekitar pukul 11.00 Wita.

“Iya benar, pada 13 Agustus terjadi korban meninggal di tambang wilayah Suwawa,” kata Jhon saat dikonfirmasi Hibata.id, Jumat (14/8/2026).

Menurut keterangan sejumlah saksi yang diterima polisi, Zulkifli mengalami demam dan pusing selama sekitar tiga hari sebelum kejadian.

Kondisi tersebut membuatnya sempat tidak masuk ke lubang tambang.

Baca Juga:  Desa Libungo Kembali Terendam Banjir, Kunjungan Pemda Diharap Tak Lagi Sekadar Formalitas!

Rekan dan saudaranya bahkan disebut telah mengingatkan korban agar tidak kembali bekerja karena kondisi kesehatannya belum pulih.

Namun, Zulkifli tetap masuk ke salah satu lubang tambang yang disebut berada di titik 19.

Saat berada di dalam lubang, korban diduga kembali mengalami pusing. Ia kemudian kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

“Dia tidak tertimpa batu. Cuma jatuh karena pusing,” ujar Jhon.

Rekan-rekan korban langsung melakukan evakuasi dari dalam lubang. Zulkifli kemudian dibawa ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan luar atau visum luar.

Polisi menyatakan belum menemukan keterangan yang menunjukkan korban meninggal akibat tertimpa batu ataupun material longsor.

“Dia tidak kena batu atau longsor,” kata Jhon.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban.

Baca Juga:  Longsor PETI DAM Pohuwato: 5 Penambang Tewas, Evakuasi Tanpa Basarnas

Keterangan mengenai kondisi kesehatan Zulkifli sebelum masuk ke lubang masih berasal dari saksi dan menjadi bagian dari materi penyelidikan.

Penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk aktivitas korban sebelum masuk ke lubang hingga proses evakuasi.

Polisi juga akan meminta keterangan dari pihak yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan di lokasi tersebut. Salah satunya Rizal Muhammad yang berdasarkan informasi awal disebut sebagai pemilik lubang tambang tempat korban bekerja.

“Dia akan dilidik dulu, lalu mungkin akan dipanggil,” ujar Jhon.

Jhon mengingatkan para pemilik lubang dan pekerja tambang agar tidak mengabaikan faktor keselamatan, terutama ketika kondisi fisik pekerja tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas di dalam lubang.

Menurut dia, kawasan pertambangan memiliki sejumlah risiko, termasuk akses jalan yang curam dan kondisi lubang yang dapat membahayakan pekerja.

Baca Juga:  Dua Lansia yang Hilang di Kebun Bone Bolango Ditemukan Tewas

“Kita cuma mengimbau agar para pemilik lubang dan pekerja menjaga keselamatan,” katanya.

Selain penyelidikan terhadap peristiwa kematian tersebut, aparat kepolisian bersama pemerintah kecamatan dan unsur terkait juga melakukan razia minuman keras di sekitar kawasan pertambangan untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Jhon mengatakan, Kapolres Bone bolango juga telah mengingatkan pentingnya keselamatan bagi para pekerja di kawasan pertambangan.

“Kapolres selalu menyampaikan itu, supaya keselamatan di dalam dijaga,” ujarnya.

Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian Zulkifli sekaligus mengetahui apakah terdapat faktor lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel