Hibata.id, Gorontalo – Suasana berbeda terlihat di jalan utama Kabupaten Gorontalo Utara. Pegawai RSUD dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS) yang biasanya sibuk dengan pelayanan pasien, kali ini turun ke jalan dan berjalan dalam satu barisan.
Mereka mengikuti lomba gerak jalan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama sejumlah instansi dan kelompok masyarakat lainnya.
Bagi pegawai RSUD ZUS, kegiatan itu bukan sekadar ikut lomba.
Direktur RSUD ZUS Mohammad Ardiansyah mengatakan gerak jalan menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antpegawai yang sehari-hari bekerja dalam bidang dan ruangan berbeda.
“Orang melihat kami berjalan bersama di jalan. Tetapi yang sebenarnya sedang kami bangun adalah kekompakan. Rumah sakit tidak bisa berjalan dengan orang-orang yang bekerja sendiri-sendiri,” kata Ardiansyah.
Di rumah sakit, setiap bagian memiliki tugas masing-masing. Dokter menangani pasien, perawat memberikan perawatan, tenaga teknis mendukung pelayanan, sementara petugas administrasi dan tenaga pendukung memastikan berbagai kebutuhan berjalan.
Semua pekerjaan itu saling terhubung.
Menurut Ardiansyah, kebersamaan seperti itu penting karena pelayanan rumah sakit berlangsung setiap hari, termasuk saat masyarakat sedang menikmati libur.
“Rumah sakit tidak mengenal hari libur. Ketika masyarakat merayakan kemerdekaan, tenaga kesehatan tetap harus berjaga,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap suasana kebersamaan yang muncul dalam gerak jalan tidak berhenti setelah perlombaan selesai.
“Kami ingin semangat kebersamaan ini tidak berhenti di jalan. Justru harus terbawa kembali ke ruang pelayanan,” katanya.
Barisan RSUD ZUS pun berusaha menjaga langkah tetap serempak hingga garis akhir. Bagi Ardiansyah, hal sederhana itu menggambarkan bagaimana sebuah tim seharusnya bekerja.
“Di rumah sakit, satu orang tidak bisa menyelesaikan semuanya. Dokter, perawat, tenaga teknis, administrasi hingga petugas pendukung harus bergerak dalam satu irama,” tuturnya.
Ia menilai kekompakan pegawai pada akhirnya akan ikut memengaruhi pelayanan kepada pasien.
Sebab, pelayanan kesehatan bukan hanya soal kemampuan masing-masing orang, tetapi juga tentang bagaimana semua bagian bekerja bersama.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat RSUD ZUS sebagai gedung pelayanan kesehatan. Kami ingin mereka merasakan bahwa di dalamnya ada tim yang saling menguatkan dan bekerja dengan hati,” kata Ardiansyah.
Bagi para pegawai RSUD ZUS, langkah bersama dalam gerak jalan itu menjadi gambaran sederhana tentang pentingnya kebersamaan.
Mereka mungkin hanya berjalan dari satu titik menuju garis akhir. Namun, pesan yang dibawa lebih jauh: pelayanan yang baik membutuhkan tim yang mampu berjalan dalam satu irama.













