Hibata.id, Gorontalo – Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia tidak seharusnya berhenti pada upacara, pengibaran bendera, atau kemeriahan Agustus.
Lebih dari itu, momentum kemerdekaan perlu menjadi pengingat tentang perjuangan sekaligus tanggung jawab masyarakat dalam mengisi kemerdekaan.
Pesan itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Bone Bolango, Rakhmatiyah Deu. Ia mengajak masyarakat menjadikan HUT RI ke-81 sebagai momentum untuk kembali memahami arti kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan hanya dimaknai sebagai kegiatan seremoni tahunan,” kata Rakhmatiyah.
Menurut dia, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini lahir dari perjuangan panjang. Para pahlawan mempertaruhkan tenaga, pikiran, bahkan nyawa untuk membawa Indonesia keluar dari penjajahan.
Karena itu, kata Rakhmatiyah, mengenang perjuangan tidak cukup hanya melalui upacara dan simbol kebangsaan. Nilai perjuangan harus terlihat dalam sikap dan tindakan masyarakat.
Kemerdekaan Butuh Tindakan
Rakhmatiyah menilai tantangan bangsa saat ini memang berbeda dengan masa perjuangan dahulu.
Masyarakat tidak lagi menghadapi penjajahan dalam bentuk yang sama. Namun, masih ada berbagai persoalan yang membutuhkan kepedulian bersama, seperti kesenjangan sosial, pendidikan, ekonomi, lingkungan, hingga menjaga persatuan di tengah perbedaan.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita memaknai perjuangan para pahlawan dan meneruskannya dalam kehidupan sekarang,” ujarnya.
Ia mengatakan masyarakat dapat mengisi kemerdekaan melalui hal-hal sederhana. Menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, peduli terhadap lingkungan, ikut mengawasi pembangunan, dan memberikan manfaat bagi orang lain merupakan bagian dari semangat kemerdekaan.
Generasi Muda Jangan Lupa Sejarah
Rakhmatiyah juga menyoroti pentingnya mengenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada generasi muda.
Menurutnya, generasi yang lahir jauh setelah Indonesia merdeka perlu memahami bahwa kemerdekaan bukan sesuatu yang datang dengan mudah.
“Tanpa pemahaman terhadap sejarah, kemerdekaan berisiko hanya menjadi angka yang bertambah setiap tahun,” katanya.
Ia berharap HUT RI ke-81 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa dan daerah.
Bagi Rakhmatiyah, ukuran keberhasilan merayakan kemerdekaan bukan terletak pada seberapa meriah acaranya, melainkan seberapa jauh nilai perjuangan para pahlawan diteruskan dalam kehidupan.
“Jadikan kemerdekaan ini sebagai refleksi bagi kita semua untuk menghargai perjuangan para pahlawan dan meneruskan semangat mereka,” ujar dia.
Setelah bendera diturunkan dan rangkaian perayaan berakhir, semangat kemerdekaan seharusnya tetap hidup melalui tindakan nyata masyarakat.
Sebab, kemerdekaan bukan hanya tentang merayakan masa lalu, tetapi juga tentang menentukan apa yang dilakukan hari ini untuk menjaga masa depan Indonesia.













