Peristiwa

Terus Berulang, Warga Dungingi Tewas Tertimbun di Tambang Suwawa

×

Terus Berulang, Warga Dungingi Tewas Tertimbun di Tambang Suwawa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi jenazah korban kecelakaan di lokasi pertambangan/Hibata.id
Ilustrasi jenazah korban kecelakaan di lokasi pertambangan/Hibata.id

Hibata.id, Bone Bolango Teriakan meminta pertolongan terdengar dari dalam lubang tambang emas ilegal Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Senin (24/8/2026) malam.

Tak lama kemudian, dinding lubang runtuh. Material tanah dan batu menimbun Sunaryo Djaju (46), penambang asal Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.

Scroll untuk baca berita

Sejumlah penambang berusaha memberikan pertolongan. Namun, Sunaryo akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 WITA di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang dikenal warga sebagai titik bor 9.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Bone Bolango AKP John Nusi membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).

Menurut John, Sunaryo sedang bekerja di dalam lubang ketika dinding galian tiba-tiba runtuh.

Berdasarkan keterangan saksi, beberapa saat sebelum longsor terjadi, suara korban sempat terdengar dari dalam lubang.

“Saksi satu mendengar meminta pertolongan dari arah lokasi, di dalam lubang itu runtuh. Kemudian saksi ini mau menolong, akhirnya saksi dua juga hampir kena batu, cuma kakinya,” kata John.

Baca Juga:  Penemuan Mayat di Perkebunan Sawit Gegerkan Warga Toili Sulteng

Upaya Menolong Nyaris Memakan Korban Lain

Mendengar teriakan tersebut, penambang lain bergegas menuju lubang untuk memberikan pertolongan.

Situasi di dalam lubang ternyata masih berbahaya. Material terus bergerak dan batu kembali berjatuhan.

Seorang penambang yang mencoba membantu bahkan nyaris tertimpa material. Batu mengenai bagian kakinya hingga menyebabkan luka.

Melihat kondisi lubang yang tidak aman, salah seorang saksi kemudian naik ke permukaan untuk meminta bantuan penambang lain.

Proses evakuasi pun dilakukan bersama-sama. Namun, upaya tersebut tidak mampu menyelamatkan Sunaryo. Korban kemudian dievakuasi dari timbunan dan dibawa turun dari kawasan pertambangan oleh warga.

Dinding Lubang Disebut Sudah Miring

Polisi juga memperoleh keterangan bahwa tanda-tanda bahaya sebenarnya telah terlihat sebelum kejadian.

John mengatakan, lubang galian tersebut merupakan milik korban. Sejumlah penambang di lokasi disebut sempat mengingatkan Sunaryo karena kondisi dinding lubang sudah miring dan berpotensi runtuh.

Baca Juga:  Mobil Muat Solar Terbakar di Pohuwato, Arah Tujuan Diduga ke PETI

“Menurut keterangan, sudah dikasih tahu bahwa ini sudah miring, dinding ini miring, akan rubuh. Dia tetap masuk kerja,” ujar John.

Sunaryo kemudian tetap masuk ke dalam lubang untuk bekerja. Tak berselang lama, suara korban meminta pertolongan terdengar. Dinding galian kemudian runtuh dan menimbunnya.

Jenazah Sunaryo selanjutnya diserahkan kepada keluarga. Berdasarkan keterangan kepolisian, keluarga menerima kejadian tersebut dan tidak meminta autopsi sebelum jenazah dimakamkan.

Polisi mengingatkan para penambang di kawasan Suwawa dan sekitarnya agar tidak mengabaikan keselamatan saat bekerja.

Penambang diminta segera menghentikan aktivitas apabila menemukan tanda-tanda yang mengarah pada potensi longsor, seperti dinding lubang miring, retakan tanah maupun material batu yang mulai bergerak.

Keselamatan pekerja harus menjadi pertimbangan utama sebelum memasuki lubang pertambangan, terutama pada lokasi dengan struktur tanah yang tidak stabil.

Peristiwa yang menimpa Sunaryo kembali menyoroti risiko keselamatan dalam aktivitas pertambangan emas tanpa izin di kawasan Suwawa.

Aktivitas di lubang tambang dengan kondisi tanah yang labil dapat membahayakan penambang, terutama ketika tanda-tanda keruntuhan mulai terlihat.

Baca Juga:  Abu Vulkanik Gunung Ruang Masuk Gorontalo, Waspada Penyakit ini

Sebelumnya, seorang pekerja tambang ilegal, Zulkifli Dunggio (27), meninggal dunia setelah masuk ke lubang tambang di wilayah Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (13/8/2026).

Sebelum masuk ke lubang tambang, warga Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, itu disebut dalam kondisi kurang sehat.

Menurut keterangan sejumlah saksi yang diterima polisi, Zulkifli mengalami demam dan pusing selama sekitar tiga hari sebelum kejadian.

Kondisi tersebut membuatnya sempat tidak masuk ke lubang tambang.

Rekan dan saudaranya bahkan disebut telah mengingatkan korban agar tidak kembali bekerja karena kondisi kesehatannya belum pulih.

Namun, Zulkifli tetap masuk ke salah satu lubang tambang yang disebut berada di titik 19.

Saat berada di dalam lubang, korban diduga kembali mengalami pusing. Ia kemudian kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel