Hibata.id – Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea melepas 11 peserta utusan Kota Gorontalo yang akan berlaga dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Pelepasan berlangsung di Ruang Pola Kantor Wali Kota Gorontalo, Senin, 7 September 2026. Sebelum berangkat, para peserta menerima uang saku dari Adhan sebagai bentuk dukungan pemerintah kota selama mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut.
Adhan meminta para peserta mengikuti perlombaan dengan sungguh-sungguh. Ia mengingatkan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an seharusnya berjalan seiring dengan pemahaman terhadap isi dan kandungannya.
“Bacaan Al-Qur’an yang dilombakan tidak sekadar menjadi ajang lomba. Yang penting isi kandungan Al-Qur’an dipahami dengan baik dan diamalkan dalam kehidupan,” kata Adhan.
Perhatian Adhan terhadap pendidikan agama, kata dia, bukan hal baru. Saat kembali memimpin Kota Gorontalo, ia menghidupkan kembali persyaratan sertifikat mengaji bagi siswa SD sederajat yang hendak melanjutkan pendidikan ke SMP.
Kebijakan tersebut dinilai mendorong anak-anak lebih giat belajar mengaji. Adhan juga ingin kegiatan pengajian terus berkembang di Kota Gorontalo.
“Saya sangat senang dengan kegiatan keagamaan, bukan tiba-tiba. Saya juga sudah buat kebijakan yang mau masuk SMP dari SD sederajat wajib kantongi sertifikat mengaji. Alhamdulillah dengan kebijakan ini, anak-anak jadi pintar mengaji dan orang tua bangga,” ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan keagamaan tetap diberikan meski pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat. Adhan juga meminta Bagian Kesejahteraan Rakyat segera menyelesaikan pembayaran honor yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.
Sebanyak 11 peserta yang diberangkatkan terdiri atas beberapa cabang lomba. Fadila Ismail mengikuti hafalan 1 juz dan tilawah. Munadhil Fawwaz Muhdar dan Nur Muhgni Sumirat mengikuti hafalan 10 juz.
Pada cabang qiroat murattal dewasa, Kota Gorontalo mengutus Audilah Nur Muharam dan Abdurahman Yasir Arafat. Sementara Yamin Isa mengikuti cabang qiroat mujawwad dewasa.
Adapun cabang kaligrafi diikuti Amir Ngau pada golongan naskah, Mohamad Aqil Daud pada hiasan mushaf, Rifanza Fadhal Rahman pada dekorasi, Ismail Yasin pada kontemporer, serta Mohamad Dauarta Ibrahim pada digital.
Adhan mendoakan seluruh peserta dapat tampil maksimal dan membawa nama baik Kota Gorontalo di tingkat nasional.
“Insyaallah bisa harumkan nama Gorontalo di kancah nasional,” kata Adhan.












